News Room, Sabtu ( 18/08 ) Malam nanti (18/08) Kementerian Agama (Kemenag) dan beberapa organisasi masyarakat (ormas) Islam menyelenggarakan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1433 Hijriyah. Kemenag optimis sidang tersebut bakal berlangsung cepat, sehingga masyarakat bisa segera melantunkan gema takbir. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag, Bahrul Hayat menolak mengatakan tentang potensi putusan sidang tersebut. Apakah Lebaran mulai besok (19/08) atau lusa (20/08). “Ikuti saja sidangnya. Teman-teman (wartawan) boleh meliput,”kata dia. Meskipun pemerintah belum memutuskan kapan jatuhnya 1 Syawal 1433 Hijriyah, kecenderungan sudah menguat, bahwa pemerintah akan menetapkan 1 Syawal 1433 Hijriyah jatuh pada 19 Agustus 2012 besok. Jika ini terjadi, tidak ada perbedaan penetapan 1 Syawal 1433 Hijriyah antara pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah. Sebelumnya, Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah sudah mengeluarkan maklumat yang isinya menyatakan 1 Syawal 1433 Hijriyah jatuh pada 19 Agustus 2012 besok. “Memang benar, Pak Dirjen Bimas (Bimbingan Masyarakat) Islam sempat bergurau kepada saya,”tutur Bahrul. Dalam gurauan tersebut, Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abdul Jamil meminta kepada Bahrul, supaya sidang isbat bisa digelar lebih awal, yaitu sebelum shalat Magrib. Tidak seperti biasanya, sidang baru digelar malam hari setelah shalat Magrib. Ide Abdul Jamil itu terlontar, karena dia memperkirakan, bahwa pada Sabtu malam setelah Magrib, seluruh titik pemantauan rukyat sudah bisa melihat hilal. Hilal pada Sabtu setelah Magrib sudah lebih dari 2 derajat. Dengan demikian, saat itu sudah masuk bulan Syawal. Karena itu, pada Minggu pagi, umat Islam di Indonesia bisa menjalan sholat Idul Fitri. Terkait dengan permintaan Abdul Jamil yang disampaikan dengan bercanda itu, Bahrul mengatakan tidak bisa menuruti. “Tapi, kami optimis sidang ini berlangsung cepat. Karena memang hampir bisa dipastikan tidak ada perbedaan penetapan 1 Syawal,”kata dia. Dengan durasi sidang yang cepat itu, diharapkan masyarakat sudah bisa segera melantunkan gema takbir setelah Magrib malam nanti. ( JP, Esha )