News Room, Selasa ( 08/01 ) Meskipun keinginan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk segera menjadikan Bandar Udara (Bandara) Trunojoyo sebagai bandara komersial, namun hingga awal 2013 ini masih belum ada operator yang mengantongi ijin dari pusat, untuk mengoperasikan sebagai bandara komersial. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sumenep, Ir. Hary Koencoro Pribadi, kepawa wartawan mengakui, untuk mendapatkan ijin bagi operator memang perlu proses yang panjang, sehingga pihaknya hanya bisa menunggu operator mendapat ijin untuk pengoperasian Bandara Trunojoyo sebagai bandara komersial. “Kita berharap secepatnya, karena kelayakan bandara sebenarnya sudah bisa, hanya saja menunggu operator yang akan mengelola bandara tersebut,”ujarnya. Karena itu, menurut mantan Kepala Disperindag Kabupaten Sumenep ini, sambil menunggu untuk dioperasikan sebagai bandara komersial, selama ini sudah melakukan kerjasama dengan 2 sekolah penerbangan, yakni Merpati dan PT. Wing Umar Sadewa (WUS). Diakui Hary, pada intinya bukan karena keberadaan Bandara Trunojoyo kurang layak untuk dijadikan bandara komersial. Hanya saja, apabila benar-benar dioperasikan nantinya masih terbatas untuk kapal terbang yang berkapasitas 30 orang kebawah, seperti jenis Fokker 27, Dormir, ATR 42 dan jenis Cassa 212 yang pernah digunakan Menteri BUMN beberapa waktu lalu yang datang ke Sumenep. “Jadi, untuk ukuran kapal yang berkapasitas 30 penumpang kebawah, kami sudah memiliki sertifikatnya, dan untuk pengembangannya nanti tetap akan terus dilakukan,”tambahnya. ( Ren, Esha )