News Room, Jumat ( 27/12 ) Warga di Kecamatan/Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep mempertanyakan operasional bantuan PLTD untuk tenaga penerangan di Pulau tersebut. Hingga saat ini, pengoperasian mesin genset dengan kapasitas 450 KVA yang sudah sebulan lebih dikirim ke Masalembu, belum dioperasionalkan. Warga berharap dengan dioperasikannya PLTD itu dapat memperbaiki sistem pelayanan listrik di Masalembu, sebab mesin yang saat ini dikelola Himpunan Pelanggan Listrik PLTD HIPLA tidak normal. Anggota DPRD Sumenep asal Masalembu, Darul Hasyim Fath mengungkapkan, mesin genset untuk tenaga listrik yang dibeli Pemkab seharga Rp. 1 milyar untuk daerahnya itu sudah lama dikirim. Namun, sejauh ini, pengoperasiannya seolah masih terkatung-katung, sehingga warga Pulau Masalembu banyak mempertanyakan kapan mesin genset itu dimanfaatkan. “Nasib genset seharga Rp. 1 milyar yang berkapasitas 450 KVA itu masih terkatung-katung. Barang tersebut belum bermanfaat bagi warga di Masalembu, padahal kebutuhan listrik sangat dinantikan oleh warga setempat,”terangnya. Darul menuturkan, mestinya menjelang tahun baru 2014 ini, sudah ada kepastian mengenai pemanfaatan mesin tersebut, sehingga per 1 Januari 2014 mendatang sudah dioperasikan. “Kami tidak tahu alasan Pemkab Sumenep belum memberikan kepastian, terkait penanggung jawab pengoperasionalan genset tersebut, sehingga belum bisa dipakai untuk mengaliri listrik di Masalembu. Mestinya sudah ada keputusan, agar per 1 Januari 2014 sudah dioperasikan,”tegasnya. Sementara itu, Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Abd. Kahir, SE, M.Si belum bisa memberikan penjelasan secara detail mengenai pengoperasian PLTD Masalembu. Hanya saja, Kahir sempat menyatakan, bahwa pengoperasian mesin genset yang baru menggunakan pengelola baru dari Surabaya, sehingga pelaksanannya menunggu kontrak dengan pengelola yang lama selesai. “Tim Teknis sedang melakukan persiapan operasional mesin genset tersebut, diantaranya pada instalasi jaringan PLTD. Kita tunggu saja nanti hasilnya bagaimana,”pungkasnya. ( Nita, Esha )