News Room, Selasa ( 09/12 ) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumenep mampu menjaring 1.891 pelanggar selama Operasi Zebra Semeru 2014, yang digelar sejak 26 Nopember hingga 9 Desember ini. Kasat Lantas Polres Sumenep, AKP Musa Bakhtiar, menjelaskan, dari ribuan pelanggar selama Operasi Zebra itu, didominasi oleh karyawan swasta dan pelajar. "Hasil Operasi Zebra, tiap hari pelanggar lalin rata-rata mencapai 150 yang ditindak langsung (tilang). Cukup tinggi jumlah pelanggar lau lintas di Sumenep,"kata Musa, Selasa (09/12). Kasatlantas menerangkan, pada hari terakhir Operasi Zebra, yakni Selasa (9/12) pagi, digelar sidang ditempat. Tujuannya, untuk menunjukkan kepada masyarakat mengenai mekanisme penyelesaian pelanggaran lalu lintas. "Sidang ditempat itu, biar masyarakat tahu penegakan Polantas terhadap pelanggar lalu lintas yang kemudian ditindaklanjuti oleh Pengadilan Negeri dalam memutuskan denda. Lalu eksekusi oleh kejaksaan dengan bentuk pembayaran denda berupa yang,"terangnya. Adapun bentuk pelanggaran yang dilakukan pengendara kendaraan bermotor, terbanyak yakni tidak memakai helm dan melanggar rambu marka. "Selain menjaring pelanggar lalin pada operasi zebra, kami juga mengamankan senjata tajam (Sajam), Minuman keras (Miras) dan mobil pribadi yang mengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM),"ungkapnya. ( Nita, Esha )