Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-04-2020
  • 612 Kali

Operasi Pasar Pilihan Tepat Mengatasi Melonjaknya Harga Gula

Media Center, Rabu ( 15/04 ) Di tengah mewabahnya Covid-19, harga gula di Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, terus meroket. Harganya berkisar Rp18-20 ribu per kilogram.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumenep, Hairul Anwar, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat melakukan operasi pasar. Karena harga gula pasir saat ini melambung tinggi.

"Sungguh ironis sekali. Di tengah virus yang mewabah, harga sembako khususnya gula justru naik," tuturnya.

Dan lebih memprihatinkan lagi, naiknya harga gula juga terjadi di saat ummat muslim sebentar lagi akan menjalankan ibadah puasa.

"Tinggal 8 hari lagi umat muslim akan menunaikan ibadah puasa. Tapi harga gula tetap tinggi," ujarnya.

Oleh karenanya, Ketua Kadin Sumenep Hairul Anwar meminta Pemerintah Daerah untuk segera melakukan terobosan, salah satunya dengan cara melakukan operasi pasar.

"Operasi pasar ini bisa dilakukan langsung kepada masyarakat (konsumen) atau melalui distributor. Yang penting pemerintah bisa memantau harga," katanya.

Sebab menurut Hairul, melonjaknya harga gula pasir di pasaran, karena faktor pendistribusian dari perusahaan kepada distributor terhenti, akibat wabah virus corona.

"Ada pula sejumlah perusahaan yang berhenti memproduksi. Tapi, stok tetap aman," jelasnya.

Berbeda jika kelangkaan akibat stok di Pemerintah habis. Jika itu terjadi kata Hairul Pemerintah harus melakukan impor dari negara lain.

Kendati begitu, lanjut pengusaha muda itu mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, diyakini harga akan segera pulih sebagaimana harga sebelumnya. Selain itu Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam waktu dekat akan melakukan operasi pasar.

"Hasil rapat kemarin dengan Pemda operasi pasar akan segera dilakukan. Ini juga untuk mengatasi melonjaknya harga mendekati bulan puasa," tukasnya. ( Nita, Fer)