News Room, Jumat ( 16/03 ) Ongkos perahu kekepulauan Sumenep, mulai merangkak naik seiring rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Seperti ke Pulau Raas, sekarang sudah mencapai antara Rp. 50.000,00 Rp. 60.000,00, dari sebelumnya sebesar Rp. 40.000,00. Salah seorang warga Pulau Raas, Miftahurrahman menjelaskan, kenaikan ongkos perahun itu dipicu adanya kabar pemerintah akan menaikkan harga BBM. “Ini baru kabar, tapi semua kebutuhan pokok hingga ongkos perahu sudah naik yang biasanya Rp. 40.000,00 menjadi Rp. 50.000,00 hingga Rp. 60.000,00 sekali berangkat dari Pelabuhan Rakyat Dungkek menuju Pulau Raas,”kata Mifta, yang juga anggota DPRD Sumenep, Jumat (16/03). Menurut Mifta, untuk sekarang bukan saatnya BBM dinaikkan, sebab merupakan tumpuan dari segala-galanya. “Kalau BBM naik, otomatis seluruh harga kebutuhan pokok maupun transportasi juga ikut naik. Bagi kami harga BBM belum waktunya dinaikkan,”terangnya. Sementara, dampak rencana kenaikan harga BBM itu juga berakibat harga premium dan solar di Pulau Sapeken melonjak tajam. “Harga premium dan solar di Sapeken saat ini antara Rp. 8.000,00 hingga Rp. 9.000,00 per-botol. Kenaikannya cukup signifikan, kemungkinan itu disebabkan naiknya ongkos perahu sebagai transportasi mengangkut BBM dari wilayah daratan menuju Pulau Sapeken,”ungkap Arifin, warga Kecamatan/Pulau Sapeken. Arifin berharap pemerintah melakukan kajian ulang terhadap rencana menaikkan harga BBM per-tanggal 1 April 2012 mendatang, karena dampaknya akan dirasakan secara langsung oleh masyarakat ditingkat menengah kebawah. “Kompensasi dari kenaikan BBM tentunya tidak menjadi solusi, sebab dampak dari keputusan menaikkan harga BBM, perekonomian masyarakat bawah akan merosot, utamanya daya beli terhadap kebutuhan pokok diperkirakan menurun. Mudah-mudahan pemerintah bisa merenungkan lagi rencana menaikkan harga BBM tersebut,”pungkasnya. ( Nita, Esha )