Sumenep- Infokom News Room : Menurunnya jumlah penumpang dalam arus balik tahun ini, yang sempat meresahkan para pengelola armada Bus, baik AKAP (Angkutan Kota Antar Propinsi) maupun AKDP (Angkutan Darat Dalam Propinsi), ternyata merupakan dampak dari kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) per 1 Oktober lalu. Karena, dengan kenaikan BBM itu, secara otomatis biaya angkutan pun juga mengalami kenaikan. Kenaikan biaya transportasi saat ini ternyata benar-benar dirasakan oleh masyarakat, sehingga memicu masyarakat untuk enggan melakukan perjalanan jauh atau keluar kota. Demikian diungkapkan Staf Operasional Kramat Djati, Achmad Zaini, ketika ditemui News Room di ruang kerjanya Jum’at, (11/11). Menurut Achmad Zaini, arus balik tahun ini memang menurun dibandingkan tahun kemarin. Penurunan arus balik tersebut terjadi untuk jurusan Sumenep-Jakarta, dimungkinkan karena tingginya biaya transportasi, yang mencapai Rp. 270.000,00 per-orang. Padahal tahun kemarin, ongkos tertinggi Bus AKAP dengan jurusan Sumenep-Jakarta hanya sekitar Rp. 210.000,00. Namun Achmad Zaini menambahkan, harga tersebut hanya berlaku selama H-7 hingga H+7 lebaran. Karena itu, pihaknya memprediksi, arus balik tahun ini akan terjadi pada pertengahan bulan, mengingat biaya transportasi akan kembali normal, sesuai tarif yang sudah ditetapkan. Disisi lain Zaini menjelaskan, pernyataan itu dilontarkan, karena pihaknya melihat, masih banyak masyarakat kepulauan yang belum kembali ke Jakarta, setelah melakukan mudik dari Jakarta. ( Nita,Im )