Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-01-2011
  • 519 Kali

Ombak Masalembu 4 Meter, Adpel Tak Keluarkan Ijin Berlayar

News Room, Kamis ( 20/01 ) Gelombang diperairan Masalembu, Sumenep, hingga Kamis (20/01) ini, masih cukup tinggi yakni 4 meter, sehingga kapal yang akan berlayar ke Masalembu diminta untuk ditunda keberangkatannya. Kepala Administrator Pelabuhan (Adpel) Kalianget, Sumenep, JA Turmanto, menjelaskan, cuaca laut diperairan Masalembu memang belum bersahabat, tidak seperti di Kangean dan Selat Madura, yang gelombang laut sudah turun antara 1,3 hingga 2 meter. “Kami memang menyarankan bagi kapal yang menuju Masalembu untuk menunda keberangkatannya. Tinggi gelombang masih 4 meter, ini cukup membahayakan pelayaran. Apalagi perairan Masalembu ini merupakan laut lepas. Kalau ada badai akan sulit mencari tempat berlindung,”kata Turmanto, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (20/01). Turmanto mengaku, sampai Kamis (20/01) ini, pihaknya belum mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), untuk Kalianget menuju Masalembu. “Namun, kalau nakhoda kapal perintis yang biasa melayani lintasan Kalianget-Masalembu berani berlayar, ya kami akan pertimbangkan kembali. Yang pasti, kami mengimbau pelayaran ke Masalembu ditunda menunggu kondisi laut membaik,”ungkapnya. Sejak Selasa (18/01) kemarin, pihaknya memang sudah mengeluarkan SPB untuk kapal penumpang ke Jangkar dan Kangean. “Jadi untuk KMP Manila, DBS, dan Express Bahari diijinkan berlayar, asalkan kapalnya memang benar-benar dalam kondisi laik untuk pelayaran. Sedangkan, lintasan Kalianget-Masalembu menunggu kondisi laut membaik,”pungkasnya. Ungkapan serupa juga dilontarkan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep, Syamsul Arifin. “Tinggi gelombang di Masalembu masih diatas 3 meter. Bahkan, untuk perairan Kangean, mulai Kamis (20/01) dini hari, tinggi gelombang diatas 2 meter,”terangnya. Menurutnya, gelombang laut diperairan Masalembu dan Kangean mulai memburuk, namun diprediksi hanya akan terjadi hingga satu dua hari kedepan. “Diperkirakan pada tanggal 24 Januari 2011 becok, kondisi laut akan kembali normal,”imbuhnya. ( Nita, Esha )