News Room, Sabtu ( 17/09 ) Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, memperkirakan panen terakhir tembakau yang dilakukan oleh petani di Sumenep, pada awal bulan Oktober 2011 mendatang. Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sumenep, Ir. Arief Rusdi, Sabtu (17/09) mengatakan, petani tembakau hingga saat ini, memang masih ada yang belum memanen tembakaunya, karena sesuai laporan jajarannya, ada lahan tanam tembakau yang belum panen. Data menunjukkan bahwa lahan tanaman tembakau yang belum panen tersebut seluas 2.044 hektare. Karena itu pihaknya memprediksi panen terakhir tanaman tembakau yang dilakukan petani di sumenep, pada awal bulan oktober mendatang. ”Lahan tanaman tembkau yang belum panen tersebut, mayoritas berada di daerah dataran rendah (sawah), dengan luas 2000 hektar lebih, ektimasi produksi 1.090 ton tembakau. Semoga saja kondisi cuaca tetap mendukung (tidak ada hujan) supaya kualitas tembakau yang dipanen terakhir itu tetap bagus,"tegasnya. Arief Rusdi menyatakan luas lahan yang ditanami tembakau oleh petani seluas 19 ribu hektare lebih. Namun, lahan tembakau yang bisa panen hanya 17.293 hektare, karena sisanya gagal panen akibat kekeringan atau kesulitan air. Produksi tembakau di lahan tanam seluas 17.293 hektare pada musim tanam tahun ini, perkiraannya mencapai 9.251 ton. “Kami yakin kualitas tembakau pada tahun ini lebih bagus dibanding 2010 lalu, karena sejak akhir Mei hingga sekarang tidak pernah ada hujan diwilayah Sumenep,"ungkapnya. ( Yasik, Esha )