Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-12-2011
  • 458 Kali

Nusa Indah Desa Pakandangan Peroleh Bantuan DBHCT 2011

News Room, Selasa ( 13/12 ) Bantuan peralatan membatik melalui Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) tahun 2011 bagi kelompok Nusa Indah Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto, benar-benar memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan kelompok tersebut. Ketua Kelompok Nusa Indah, Yuni, Selasa (13/12) mengatakan, bantuan peralatan untuk membatik yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dari DBHCT tahun 2011, memang dampaknya cukup besar bagi pengembangan kelompoknya. Buktinya, jika pihaknya yang sebelumnya hanya sebagai pekerja di pengusaha lain, namun setelah ada bantaun peralatan tersebut, kelompoknya membuka usaha sendiri untuk memproduksi kerajaninan batik tulis. ”Alhamdulillah, setelah menerima pelatihan dan peralatan membatik, kami sekarang sudah membuka usaha sendiri untuk memproduksi batik tulis. Hasil produksi batik tulis itu langsung kami jual pada pedagang batik, agar hasil penjualannya menjadi modal untuk membeli bahan lagi, karena kami sangat keterbatasan dana permodalan, sehingga setiap produksi batik tulis langsung dijual agar menjadi uang,”tegasnya. Yuyun sapaan Yuni menyatakan, kelompoknya yang beranggotakan sebanyak 10 orang yang semuanya kaum perempuan, mampu memproduksi batik tulis dalam sebulan sebanyak 60 potong. ”Untuk harga batik tulis hasil karya kelompoknya bervariasai, yakni paling rendah harganya sebesar Rp. 60.000,00 dan harga tertinggi sebesar Rp. 200.000,00 per-potong,”ungkapnya Hal senada juga diungkapkan bendahara kelompok tani Mandala Desa Palongan Kecamatan Bluto, Hotib, yang juga termasuk salah satu penerima DBHCT 2011. Menurutnya, bantuan penguatan modal usaha melalui DBHCT tahun 2011, yang penyalurannya dilakukan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, sangat berguna bagi anggota kelompoknya. ”Karena yang biasanya pada musim tanam tembakau, petani harus mencari pinjaman dana untuk modal membeli kebutuhan tembakau, seperti pupuk dan bibit tembakau. Tapi, setalah ada bantuan penguatan modal usaha tersebut, petani anggota kelompok tidak kesulitan lagi untuk mencari pinjaman uang,”imbuhnya. Sementara itu Tim Monitoring dan Evalusai kegiatan dana bagi hasil tembakau tahun 2011, melakukan kegiatan di Kecamatan Bluto, Kecamatan Saronggi pada kelompok keripik singkong ”Nyaman”. ( Yasik, Esha )