Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 02-03-2021
  • 647 Kali

NU Care LAZISNU Sumenep Luncurkan 1000 Beasantri

Media Center, Selasa ( 02/03 ) Nahdlatul Ulama sebagai organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan terus berupaya menebar manfaat untuk semua kalangan, utamanya kepada warga NU yang layak mendapatkan perhatian penuh, khususnya dalam pemberdayaan ekonomi.

Hal ini dibuktikan oleh NU-Care (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah) LAZISNU Sumenep yang pada momentum Resepsi Harlah NU ke-98 dan Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Senin (01/03/2021) kemarin meluncurkan 1000 Beasantri.

Beasantri dengan kuota seribu orang ini ditujukan kepada yatim dan dhuafa untuk meringankan biaya pendidikannya di pesantren yang diberikan setiap bulan.

Saat proses peluncuran, NU-Care LAZISNU Sumenep menyerahkan Beasantri itu kepada perwakilan dari 14 Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dari 24 MWCNU se-Kabupaten Sumenep.

“Ya, saat peluncuran kemarin kami menyerahkan Beasantri itu kepada 14 MWCNU yang hadir. Ke depan Beasantri ini akan kami peruntukkan kepada semua pihak yang membutuhkan,” tutur Ketua NU Care LAZISNU Sumenep, Yussalam Muhammad, Selasa (02/03/2021).

Dalam rangka menyukseskan program 1000 Beasantri ini, pihaknya berharap agar ke depan terjalin dengan kuat sinergi antara NU-Care LAZISNU di tingkat PCNU dengan MWCNU, bahkan dengan ranting.

“1000 Beasantri ini diharapkan menjadi gerakan bersama LAZISNU di PCNU, MWCNU maupun ranting,” imbuhnya.

Alumni Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk Sumenep ini menambahkan bahwa pelaksanaan program 1000 Beasantri harus ditopang oleh semua pihak. Agar semua warga NU bisa mengenyam pendidikan di pondok pesantren dengan baik, sehingga memiliki pemahaman keagamaan yang benar. Terpenting juga menjadi pribadi yang unggul guna meningkatkan ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) NU yang baik pula.

“Kami berharap, kepada semua pihak yang mampu, untuk menyalurkan Zakat, Infak dan Sedekahnya melalui NU-Care LAZISNU, di semua tingkatan. Agar generasi bangsa, khususnya kader-kader NU bisa mengenyam pendidikan di pesantren dengan baik dan benar,” pungkasnya. ( Miko, Fer )