Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-12-2006
  • 457 Kali

NSP AKAN GELAR KONGRES BUDAYA MADURA

Sumenep-Kominfo News Room : Sekalipun kecil, pulau Madura mempunyai penduduk yang berkepribadian khas dan menarik untuk selalu dibicarakan. Inilah yang mendasari NSP (Ngadek Sodek Parjuge), sebuah kelompok studi yang bergerak di bidang Science and Culture (budaya dan keilmuan) untuk menggelar Kongres Budaya Madura bulan Maret 2007 mendatang di Kabupaten Sumenep. Hal itu disampaikan ketua NSP, Januar Herwanto, saat ditemui reporter News Room di ruang kerjanya, Senin pagi (04/12) kemarin. Januar, yang mantan peneliti LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) itu mengatakan, jika mau jujur masyarakat Madura adalah kelompok etnis terbesar ketiga setelah Jawa dan Bali. Konsekuensi antropologisnya, kebudayaan Madura seyogyanya tidak dipandang sebelah mata. Namun ironisnya, kenyataan dalam wacana akademik masyarakat dan budaya Madura masih terabaikan dibandingkan dengan kedua etnis tersebut. Maka penting kiranya kongres tersebut diadakan. Januar menegaskan, Penyelenggaraan Kongres Budaya Madura yang akan dilaksanakan Maret 2007 nanti sungguh jauh dari nuansa politis. Dirinya bukanlah seorang budayawan, sehingga apa yang dilakukannya hanyalah sebagai mediator atau pelaksana kegiatan, dan biarlah para budayawan, seniman dan orang-orang yang berkompeten dengan persoalan budaya Madura yang membahasnya dalam kongres. Kemudian untuk mendukung atau sebagai apresiasi menuju digelarnya kongres tersebut, pada tanggal 8-9 Desember 2007 bertempat di halaman depan RRI Sumenep akan diselenggarakan Gelar Budaya Madura yang bermaterikan pertunjukan Seni Budaya Madura. Dalam acara tersebut juga akan diselenggarakan Dialog Publik seputar budaya Madura dengan menghadirkan pembicara, seperti Parni Hadi (Dirut RRI Pusat), Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumenep, Ir. H.R. Edy Mustika, MS, M.Si, pemerhati budaya Madura, H.D. Zawawi Imron, Edy Setiawan, SH dari Sumenep dan Kadarisman Sastrodiwirjo dari Pamekasan, serta Antropolog Budaya Madura, Dr. A. Latif Wiyata dari Jakarta. ( Adjie, Esha )