Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-02-2006
  • 533 Kali

NSP ADAKAN AUDIENSI DENGAN DINAS KESEHATAN

Sumenep-Infokom News Room : Tingginya angka penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dirawat di RSD Dr. H. Moh. Anwar Sumenep, yakni mencapai 376 pasien pada bulan Desember 2005 hingga Januari 2006, ternyata mengundang perhatian sejumlah elemen masyarakat. Terbukti, sekelompok pemuda yang bernaung di bawah bendera Ngadek Sodek Parjuga (NSP), Senin (06/02) menggelar audensi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep. Ketua NSP Sumenep, Yanuar Herwanto ketika ditemui News Room usai audensi menuturkan, kedatangannya ke Dinas Kesehatan ini, tidak lain untuk meminta Plt Kepada Dinas Kesehatan supaya proaktif dalam mengatasi semakin meningkatnya jumlah penderita DBD yang sudah masuk kedalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Sehingga menurut Yanuar, konsekuensi logisnya harus dibarengi juga dengan langkah-langkah yang luarbiasa, dalam mengantisipasi dan menanggulangi DBD. Yanuar menerangkan, apabila tidak dilakukan langkah luarbiasa, bisa dipastikan terjadi defisit kebijakan, yang ujung-ujungnya rakyat menjadi korban. Ia menilai, langkah Dinas Kesehatan dalam mengantisipasi DBD, yakni dengan sosialisasi yang sarat dengan kampanye PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) itu ternyata kurang mengajak masyarakat untuk ikut proaktif. Bahkan, Yanuar juga menilai, tindakan Fogging itu sebenarnya kurang jitu, karena hanya memberantas nyamuk yang berkeliaran, bukan jentik-jentiknya. Karena itu, Yanuar memaparkan, hasil audiensi tersebut, Dinas Kesehatan sepakat untuk melakukan aksi Jum’at bersih, yang nantinya akan melibatkan DPRD dan Dinas terkait, bersama masyarakat. Aksi tersebut akan dilakukan mulai Jum’at mendatang (10/02). Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. Shinta W. Oetomo menyatakan, sesuai dengan kesepakatan yang dilakukan bersama NSP untuk melakukan PSN, maka pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan seluruh Camat dan Kepala Desa maupun Lurah di wilayah daratan, agar melaksanakan aksi Jum’at bersih. dr. Shinta menerangkan, pada tahap kedua pihaknya akan segera membentuk Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dengan mengambil kader dari Posyandu, dan Guru UKS yang bertugas di masing-masing sekolah, sehingga masing-masing Jumantik, baik dari lembaga pendidikan maupun dari Desa bisa mengerti bagaimana cara penanganan pembersihan sarang nyamuk yang benar. ( Nita, Esha )