Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 17-07-2007
  • 723 Kali

Nilai Tukar Petani Turun 0,03 Prosen

Sumenep-Kominfo News Room : Nilai Tukar Petani (NTP) Jatim yang merupakan indeks komposit 13 Kabupaten, pada Juni mengalami penurunan sebesar 0,03 prosen dari bulan sebelumnya atau 112,50 turun menjadi 112,47. “Penurunan ini disebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani 0,32 prosen atau lebih kecil dibanding indeks harga yang dibayar petani 0,35 prosen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Djamal, SE, M.Sc saat ditemui di kantornya, Senin (16/07). Kondisi tersebut menggambarkan, bahwa kenaikan harga hasil produksi petani lebih rendah dibanding dengan kenaikan harga barang-barang konsumsi rumah tangga dan biaya produksi. Kenaikan indeks harga yang diterima petani disebabkan naiknya indeks sub sektor tanaman bahan makanan 0,42 prosen, tanaman perkebunan rakyat 1,44 prosen dan perikanan 0,16 prosen. Sedang kenaikan indeks harga yang dibayar petani disebabkan oleh naiknya indeks harga konsumsi rumah tangga 0,34 prosen dan harga biaya produksi 0,41 prosen. Jika dibanding NTP Juni 2006, nilai NTP Juni tahun ini mengalami kenaikan 1,87 prosen disebabkan laju pertumbuhan indeks yang diterima petani 9,79 prosen lebih tinggi dibanding laju perubahan indeks yang dibayar petani 7,74 prosen. Keadaan ini menggambarkan secara umum tingkat kesejahteraan petani pada Juni 2007 lebih baik dibanding tahun lalu. Bila dilihat lebih jauh, semua sub sektor mengalami kenaikan indeks dibanding kondisi tahun lalu. Sub sektor yang mengalami kenaikan paling besar yakni sub tanaman bahan makanan 11,86 prosen sedang kenaikan paling rendah terjadi pada sub sektor peternakan 7,61 prosen. Kepala Bidang Statistik Produksi BPS Jatim, Ir. Djoko Santoso, M.Si mengatakan, sebenarnya pada Juni, indeks harga yang diterima petani naik 0,32 prosen dibanding dengan Mei yakni 167,20 menjadi 167,73. Hal itu disebabkan naiknya indeks harga sub sektor tanaman bahan makanan, tanaman perkebunan rakyat, dan perikanan. Indeks harga sub sektor tanaman bahan makanan naik 0,42 prosen dari 193,81 menjadi 194,63. Komoditi utama yang menyebabkan naiknya indeks harga sub sektor ini adalah naiknya harga kacang panjang 12,49 prosen, cabe merah 10,62 prosen dan padi 0,77 prosen. Kenaikan harga kacang pangjang terjadi di 7 kabupaten terutama di Kediri sebesar 38.35 prosen dan Blitar 36,78 prosen, sementara kenaikan cabe merah telah terjadi di 6 kabupaten yang terbesar di Malang 47,11 prosen dan Ponorogo 41,11 prosen, sedang harga padi naik di 8 kabupaten tertinggi di Malang sebesar 2,17 prosen. Komoditi yang menghambat kenaikan sub sektor ini adalah turunnya harga kubis 3,49 prosen, tomat sayur -5,00 prosen, jagung -0,59 prosen dan kacang hijau -2,34 prosen. Sedangkan indeks yang dibayar petani terdiri dari kelompok untuk konsumsi rumah tangga dan biaya produksi konsumsi rumah tangga untuk kelompok makanan dan non makanan. Pada Juni, indeks yang dibayar petani naik 0,35 prosen dibanding bulan sebelumnya dari 148,62 menjadi 149,14. Hal ini disebabkan naiknya indeks harga konsumsi rumah tangga dan indeks harga biaya produksi. Indeks harga konsumsi rumah tangga pada Juni naik 0,34 prosen dari 150,95 menjadi 151,47 atau memberikan andil kenaikan indeks harga yang dibayar petani 0,20 prosen. Kenaikan indeks konsumsi rumah tangga disebabkan oleh naiknya harga minyak goreng 8,52 prosen, kacang panjang 9,31 prosen dan cabe merah 11,99 prosen. Kenaikan harga minyak goreng terjadi disemua kabupaten terutama di Pasuruan 18,65 prosen, Ngawi 16,47 prosen, dan Sumenep 13,43 prosen. Sedangkan kenaikan harga cabe merah terjadi disemua kabupaten tertinggi di Malang 19,84 prosen dan Kediri 19,31 prosen. Sementara kenaikan kacang panjang terjadi di 6 kabupaten tertinggi terjadi di Blitar 66,09 prosen. Data indeks yang diterima petani Juni adalah 167,73, tanaman bahan makanan 194,63, tanaman perkebunan rakyat 159,88, peternakan 139,70, dan perikanan 142,70. Indeks yang dibayar petani 149,14, konsumsi rumah tangga 151,47, dan biaya produksi 141,35. Data NTP di 13 kabupaten di Jatim pada Juni 2007, Ponorogo 114,98, Blitar 121,30, Kediri 113,89, Malang 117,97, Jember 106,50, Banyuwangi 107,67, Probolinggo 116,67, Pasuruan 113,53, Ngawi 114,31, Lamongan 118,53, Gresik 107,20, Pamekasan 103,62 dan Sumenep 107,67. ( JNR, Soek )