News Room, Selasa ( 27/10 ) Mengacu pada tahun dasar 2010, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, atas dasar harga berlaku meningkat sebesar Rp.13,24 trilyun dari Rp. 15,14 trilyun menjadi Rp. 28,38 trillyun pada tahun 2014. Bahkan, penghitungan atas dasar harga konstan juga meningkat Rp. 6,37 trilyun hingga mencapai Rp. 21,51 trilyun.
"Selama kurun waktu 5 tahun terakhir, peningkatan PDRB atas dasar harga berlaku rata-rata bertambah sekitar Rp. 3,31 trilyun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan pergerakannya rata-rata sekitar Rp. 1,59 trilyun,"kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep, Suparno, Selasa (27/10).
Ia menuturkan, sampai tahun 2014, perekonomian Sumenep bertumpu pada 2 sektor utama, yakni sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sebagai sektor terbesar kedua dan sektor pertambangan dan penggalian sebagai sektor terbesar.
"Kedua sektor ini merupakan penyumbang nilai tambah terbesar dalam menyusun PDRB Kabupaten Sumenep," terangnya.
Suparno mengungkapkan, kenaikan PDRB ini membuat Sumenep bergeser ke urutan 13 yang sebelumnya urutan 20 dari 38 Kabupaten/Kota se Jawa Timur.
"PDRB Sumenep ditahun 2014 tumbuh sebesar 6,62 persen namun melambat 7,46 persen dibanding tahun 2013,"ungkapnya.
Selama kurun waktu 5 tahun, antara tahun 2010 hingga 2014, pertumbuhan ekonomi naik setiap tahunnya, kecuali tahun 2014. Tingginya pertumbuhan ekonomi Sumenep pada beberapa tahun tertentu disebabkan naiknya produksi migas.
Sedangkan perlambatan terjadi karena dampak kondisi ekonomi global yang belum membaik, disamping juga karena beberapa hal, diantaranya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif Dasar Listrik (TDL) dan tingginya tingkat suku bunga bank kebijakan pemerintah. ( Nita, Esha )