Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-09-2008
  • 607 Kali

Ngurus KTP Terlalu Lama, Warga Datangi Dinas KB

News Room, Kamis (11/09) Tidak kunjung selesainya proses pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), yang memakan waktu sampai 3 bulan ini, membuat warga yang tergabung dalam forum mahasiswa Sumekar-Sumenep (Formas) mendatangi kantor KB, Kependudukan dan Capil Sumenep. Mereka mengaku terpaksa menggelar demonstrasi, selain lamanya pembuatan KTP, para pendemo yang terdiri dari HMI dan Panguyuban Abdi Masyarakat (PAM) juga memprotes adanya praktek KKN yang sering dilakukan pegawai KB, Kependudukan dan Capil terhadap pemohon KTP, KSK dan Akte. Koorlap aksi Formas, Wiyanto mengatakan, Dinas KB, Kependudukan dan Capil tidak konsisten dalam melayani pemohon KTP. Selain, waktunya sangat molor juga praktek pungli masih saja terjadi. “Ini kan tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Seharusnya, rentang waktu 14 hari setelah KTP itu mati, harus diganti dengan yang baru. Tapi kenyataannya, sampai 3 bulan ini proses pembuatan KTP baru tidak selesai,”ujarnya. Ia menjelaskan, setiap kali dilakukan konfirmasi, lagi-lagi jawabannya sarana dan prasarana tidak memadai. “Sungguh jawaban yang tidak masuk akal. Pemkab yang serba tersedia, malah mengatakan sarana dan prasarana tidak memadai. Bagaimana bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,”pungkasnya. Kondisi ini sangat mengecewakan sekali, bahkan kata dia, saat ini persoalan baru menyangkut pembuatan KTP kembali mencuat, yakni masalah pungli yang semakin merajalela. Biasanya, biaya KTP dan KSK yang seharusnya tidak sampai Rp. 10.000,00, malah tembus hingga Rp. 50.000,00 hingga Rp. 100.000,00 per-lembar. "Pelayanan tersendat, tapi pungli malah jalan mulus,"kata Wiyanto dalam orasinya di depan Dinas KB, Kependudukan dan Capil Sumenep, Jalan Trunojoyo, Kamis (11/09). Menurut dia, imbas dari keterlambatan pembuatan KTP, KSK dan Akte banyak warga yang gagal dalam penyelesaian administrasi, baik kebutuhan di desa maupun hal lain yang sifatnya mendesak. Puas berorasi, 3 perwakilan Formas diterima oleh Kepala Kantor KB, Kependudukan dan Capil, Bambang Sugeng. Dalam tatap muka itu, Bambang mengatakan, keterlambatan dalam pembuatan KTP bukan ada unsur kesengajaan melainkan karena keterbatasan perangkat, baik komputer, printer maupun tenaga. "Jumlah pemohon sekarang sangat banyak. Bayangkan saja, setiap harinya mencapai 1.000 sampai 1.200 lembar. Sedangkan kemampuan mencetak hanya 600 lembar tiap hari,"kata Bambang di kantornya, Jalan Trunojoyo, Kamis (11/09). Bambang menegaskan, untuk persoalan dugaan praktek pungli yang dilakukan oknum pegawainya, akan segera ditindak lanjuti sesuai dengan prosedur. "Jika memang terbukti, saya akan tindak tegas yang bersangkutan,”tegasnya. ( Nita, Esha )