Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 06-08-2008
  • 573 Kali

Nelayan Temukan Kain Korban, Pencarian Terus Dilakukan

News Room, Rabu ( 06/08 ) Pencarian terhadap 4 korban Perahu Motor (PM) Joko Kodok yang dilakukan aparat kepolisian dan personel Koramil serta masyarakat nelayan pada hari ketiga ini, menemukan kain dagangan milik korban hilang atas nama Syukur (50) warga Dusun/Pulau Saebus, Desa/Kecamatan Sapeken. Penemuan kain korban itu tepatnya di pulau Paliat atau perjalanan 1 jam jika memakai perahu nelayan dari tempat kejadian perkara (TKP). Kain atau baju anak-anak yang baru ditemukan itu, merupakan dagangan milik korban sebanyak 25 potong, yang rencananya akan dijual di tempat pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sapeken. Kapolsek Sapeken, IPTU Moh. Imron mengatakan, kain yang ditemukan warga nelayan itu sudah dilaporkan pada petugas dan langsung diserahkan pada pihak keluarganya. "Kain yang ditemukan itu memang dibenarkan oleh keluarganya jika milik korban hilang,"kata Imron saat dihubungi via telepon, Rabu (06/08). Pencarian terhadap 4 penumpang Perahu Motor (PM) Joko Kodok yang ditelan ombak di perairan Bangkau, Pulau Saebus Desa/Kecamatan Sapeken, dilakukan mengerahkan 20 perahu nelayan. Bahkan pencarian ini sudah dilakukan ke 12 pulau di Sapeken, yakni Saebus, Saur, Sabuntan, Sepanjang, Tanjung Kiaok, Sadulang, Sitabok, Saular, Salarangan, Paliat, Pagerungan, dan Sapeken. Ia menerangkan, lokasi penyisiran ditengah laut ini disesuaikan dengan arus, yang cenderung ketenggara. Meski saat ini merupakan angin timur, namun arus lebih kuat menuju ketenggara. "Jadi, tidak menutup kemungkinan para korban itu kandas kewilayah Bali,"ujarnya. Sementara, Kapolres Sumenep, AKBP Darmawan mengatakan, dengan terbatasnya sarana dilapangan dan kondisi gelombang yang cukup besar maka sedikit mengganggu pencarian korban hilang. "Jadi, pencarian hanya difokuskan di daerah yang memungkinkan bisa dilalui perahu,"ujarnya. Untuk sementara, kata dia, pencarian terhadap korban hilang, hanya memaksimalkan anggota Polres dan TNI-AD dibantu nelayan Sapeken. Sebab, di Sumenep sendiri, belum ada Tim SAR. Sedangkan Ketua Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP), Drs. H. Moch. Dahlan, juga berkeinginan untuk membentuk Tim SAR. Sebab, Sumenep yang mempunyai 125 pulau itu seringkali terjadi laka laut dan kesulitan disaat melakukan pencarian. "Tim SAR sebenarnya sangat dibutuhkan dan harus sudah dirintis mulai sekarang, sambil menunggu alokasi dana,"terangnya. Untuk itu, H. Moch. Dahlan yang juga wakil Bupati Sumenep ini mengaku akan mengkomunikasikan dengan pihak-pihak terkait, agar kedepan Tim SAR dapat terbentuk, minimal ditingkat Kabupaten. PM Joko Kodok yang dinakhodai Masdanu, mengangkut 21 penumpang dari Dusun/Pulau Saebus dengan tujuan Desa/Pulau Sapeken tenggelam, Senin (04/08) lalu, di perairan Bangkau karena dihantam ombak besar. Dalam peristiwa tersebut, 1 penumpang meninggal dunia, yaitu Sariyatin (25) dan 4 penumpang lainnya belum ditemukan, yakni Misrawan (30), Sukawati (9), Rais (40), dan Syukur (50). ( Nita, Esha )