Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-03-2009
  • 599 Kali

Nelayan Lokal Dan Nelayan Luar Rawan Bentrok

News Room, Selasa ( 03/03 ) Masih seringnya ditemukan kapal nelayan yang menggunakan alat tangkap ikan berupa purse seine dari luar daerah, utamanya di wilayah kepulauan yang jauh dari pengawasan, membuat LSM Administrative Management Investigation (AMI) geram. sebab masyarakat kepualuan sering hanya dijadikan penonton, bahkan seringkali malah terkesan dikuasai oleh kapal-kapal yang biasanya banyak datang dari Jawa Tengah. Ketua LSM AMI, Drs. R. Husein Tirtodhiredjo, mengaku terus memperjuangkan nelayan lokal, khususnya nelayan kepulauan yang selama ini banyak menggantungkan nasibnya dengan melaut. Sebab, jika ini dibiarkan, di khawatirkan akan mengganggu aktifitas nelayan, bahkan rawan terjadi bentrok antar nelayan. "Saya sudah melaporkan perihal tersebut terhadap lembaga terkait, mulai dari pusat hingga daerah, agar masyarakat nelayan terlindungi hak-haknya. Saya berharap Dinas Kelauatan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, Inspektorat dan berbagai lembaga terkait menindak lanjuti keluhan masyarakat,"ujar Husein. Dijelaskan, apa yang telah diperjuangkannya tersebut akan benar-benar direspon oleh pihak terkait, agar masyarakat nelayan tradisional di Fishing Ground Traditional Sumenep bisa tenang dalam mencari penghidupan dilaut. Apabila tetap dibiarkan, khawatir akan terjadi persoalan yang berkepanjangan di kemudian hari. Sementara Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir. Salimin Saad Wachdin, M.Si mengaku, jika selama ini terkadang masyarakat nelayan sendiri yang tidak bisa menerima kapal-kapal dari laur. Sebab sesuai aturan, nelayan luar memang dibolehkan mencari ikan di atas 12 mil, sementara masyarakat sendiri yang terkadang melewati jalur hingga 12 mil. "Jadi, masyarakat hendaknya juga memahami jika jalur yang dilewati oleh para nelayan luar itu memang merupakan lautan lepas yang memang merupakan jalur kapal besar, yang mencari ikan lintas daerah yang memiliki kedalaman sesuai kapasitas alat tangkapnya,"ujar Salimin. Pihaknya juga berharap masyarakt tidak lantas melakukan anarkis dan upaya main hakim sendiri, seperti yang sering terjadi antara nelayan Pasuruan dan nelayan Bangkalan. Sebab, semua pingin mencari penghidupan dilaut. Mengenai soal penertiban dan penindakan terhadap kapal-kapal yang melanggar aturan tetap akan dilakukan bersama aparat hukum terkait. Seperti halnya yang telah dilakukan Satpol Air Kalianget terhadap nelayan yang menggunakan peralatan penangkap ikan yang dilarang dan semacamnya. ( Ren, Esha )