News Room, Selasa ( 05/04 ) Keluhan masyarakat kepulauan yang masih terus mengeluhkan haraga bahan bakar minyak (BBM) khususnya untuk keperluan nelayan mencari ikan, menjadi perhatian serius Dinas Kelautan Dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumenep. Karena itu berkunjung Dinas Kelauatan dan Perikanan Kabupaten Sumenep menindak lajuti keinganan masyarakat kepulauan tersebut ke Direktorat Jenderal (Dirjen) Kelautan, Pesisir dan Pulua-pulau Kecil (KP3K). Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumenep, Ir. Salimin Saad Wachdin, M.Si mengakui upaya yang dilakukan dalam rangka memecahkan persoalan masyarakat nelayan di kepulauan yang saat ini terus mengeluhkan kesulitan dan mahalnya BBM. “Kita tidak bisa membayangkan bagaimana masyarakat nelayan kesulitan dan kalaupun ada harganya sangat mahal. Misalnya di daratan membeli minyak hanya empat ribu di Pulau bisa enam ribu hingag delapan ribu,”ujarnya. Sebenarnya tegas Salimin masyarakat kepulauan menginginkan adanya penambahan SPDN-SPBM (Solar Packed Dealer untuk Nelayan-Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak untuk Nelayan) sehingga harga BBM disana tidak sampai seperti saat ini. Namun, tegas Salimin, hasil konsultasi ke pusat diharapkan ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan dan harus diupayakan agar keinginan masyarakat itu bisa tercapai. Diantaranya, yakni harus ada persiapan dana subsidi mulai dari pusat hingga daerah. Sebab, dengan transportasi yang cukup jauh memang sulit menetapkan harga sesuai dengan harga BBM di daratan. “Jadi, kami harus mempersiapkan dana subsidi dulu, baru keinginan itu bisa terlaksana,”tambahnya. Sementara anggaran yang ada saat ini sepetrtinya belum memungkinkan karena masih sangat terbatas. Jadi, perlu mempersiapkan dana subsidi baik dari pusat, Propinsi maupun dari Kabupaten Sumenep itu sendiri. “Dan itu jelas membutuhkan proses yang cukup panjang. Namun, kami akan terus berupaya bagaimana aspirasi masyarakat nelayan itu bisa terwujud,”pungkasnya. ( Ren, Esha )