Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 15-01-2010
  • 909 Kali

Nelayan Kangean Kembali Keluhkan Kapal Porsein Luar

News Room, Jum’at ( 15/01 ) Indikasi adanya beberapa kapal porsein yang selama ini beroperasi di daerah kepulauan Kangean, kembali meresahkan nelayan setempat. Hal tersebut terbukti adanya beberapa kapal porsen dari Jawa Tengah banyak yang sandar di seputar pantai di pulau Kangean, sejak terjadi angin kencang dalam seminggu ini. Salah satunya diakui Kepala Desa Saobi Kecamatan Arjasa, Rifa’ie Rach ketika ditemui News Room di pelabuhan Kalianget tadi siang. Menurut Kades yang juga pengusaha ikan ini berharap aparat terkait agar melakukan langkah-langkah dalam menangani persoalan warga nelayan di Kepulauan. “Kasihan masyarakat nelayan yang selama ini sudah sempat menikmati hasil tangkapan ikan yang lumayan, dibandingkan ketika banyak kapal porsein yang bergerilnya di kepulauan Kangean dan sekitarnya itu,”ujar Rifa’ie. Kades yang baru setahun menjabat ini, melaut adalah mata pencarian dan sumber kehidupan bagi sebagian besar masyarakat Kepulauan. Karena itu, pihaknya berharap kejadian yang sempat terjadi sekitar dua tahun lalu tidak akan dialamai oleh warga Desanya. Yakni, ketika kekesalan warga memuncak, mereka melakukan pengusiran kepada kapal-kapal ponsein yang disinyalir menggunakan peralatan tangkap ikan yang diyakini menghabisi ikan-ikan kecil yang sebenarnya merupakan potensi bagi nelayan setempat dimasa yang akan datang. “Kalau semua ikan disapu bersih, baik yang besar bahkan yang kecil-kecil juga terangkat. Maka, nelayan lokal, yang setiap hari mengandalkan penghasilan dengan menangkap ikan tidak dapat mencukupi kehidupan sehari-harinya,”tambahnya. Sebenarnya, tegas Rifa’ie dalam masa hampir 2 tahun ini kapal-kapal porsein itu tidak lagi terlihat melintasi laut yang biasa menjadi tempat nelayan lokal mencari ikan. Dan hasilnya, nelayan mendapatkan penghasilan dari melaut cukup baik. Namun, kali ini beberapa nelayan mengaku mulai terusik dengan keberadaan kapal-kapal yang kembali bergerilnya di kepulauan. ( Ren, Esha )