Media Center, Kamis ( 24/02 ) Majelis Wakil Cabang Nahdatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-99 tahun, di Aula As-Syarqawi Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-guluk.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) beserta anggotanya.
Dalam tausiyahnya Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, H. Amin Said Husni mengatakan, membangun kemandirian jamiyah dan jamaah nahdliyyin adalah cita-cita besar Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU). Untuk merealisasikan hal tersebut, PBNU akan menjadi fasilitator dalam membentuk program kampung nelayan berbasis pesantren.
Mantan Bupati Situbondo tersebut mencontohkan sebuah Desa Warloka di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai model percontohan dalam melaksanakan program PBNU ke depan. Menurutnya, desa tersebut pantas menjadi salah satu contoh karena masyarakatnya sangat primitif.
“Sebuah desa pesisir yang seluruh warganya nahdliyin, miskin, tidak ada listrik, tidak ada sarana kesehatan, bahkan infrastrukturnya pun masih sangat memprihatinkan,” ungkapnya di sela-sela tausiahnya, Kamis (24/02/2022).
Ia menambahkan, saat ini pihaknya masih merancang model kampung nelayan yang rencananya desa di Kabupaten Manggarai itu akan menjadi contoh bagi 90 Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) di seluruh Indonesia. Sebab, program ini pelaksananya adalah Pengurus PCNU setempat.
“Jadi, di kampung nelayan itu juga akan dibangun pondok pesantren. Pesantren inilah yang bakal menjadi pusat bagi pengembangan masyarakat di sekitarnya,” imbuhnya.
Menurut H. Amin Said Husni, untuk menyukseskan program kampung nelayan, PBNU hanya menjadi fasilitator, sementara untuk eksekutornya adalah PCNU. Sehingga diharapkan dengan adanya program tersebut PCNU bisa bergerak. ( KIM-LNCRN/Ismi,Fer )