Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 03-11-2011
  • 470 Kali

Musim Pancaroba, Puting Beliung Ancam Kabupaten Sumenep

News Room, Kamis ( 03/11 ) Menghadapi pancaroba atau pergantian musim dari kemarau ke penghujan, angin puting beliung mengancam wilayah Kabupaten Sumenep. Kepala Stasiun Meteorologi Kalianget, Sumenep, Syamsul Arifin menjelaskan, selama pancaroba ini, warga dihimbau waspada dan hati-hati, terhadap angin kencang yang mengancam wilayah setempat. “Berdasarkan hasil pantauan, angin kencang berpotensi terjadi pada siang-sore hari. Dan, biasanya menimbulkan angin puting beliung. Kami tidak bisa memastikan diwilayah mana saja yang berpotensi angin puting beliung. Yang pasti, selama tiga hari kedepan masyarakat Sumenep diminta berhati-hati ketika hujan turun disertai angin kencang,”kata Syamsul, di Sumenep, Kamis (03/11). Kecepatan angin saat ini, kata Syamsul, masih kategori normal antara 5 hingga 40 kilometer/jam. “Hanya saja, kalau sudah memasuki siang dan sore hari, kecepatan angin bertambah secara tiba-tiba ketika hujan turun. Biasanya angin puting beliung itu, ditandai hujan lebat, lalu disertai angin kencang, guntur dan kilat. Ketika ada tanda-tanda tersebut, warga Sumenep utamanya yang berada dipesisir pantai untuk segera bersiap-siap berteduh di tempat lain yang lebih aman,”terangnya. Berdasarkan data musim penghujan tahun kemarin, delapan kecamatan di Sumenep berpotensi angin putting beliung, yakni di Kecamatan Kalianget, Ambunten, Ganding, Guluk-guluk, Batang-batang, Saronggi, Bluto, dan Pasongsongan. Wilayah ancaman puting beliung untuk Kecamatan Kalianget, yakni di Desa Pinggir Papas dan Desa Karang Anyar, Kecamatan Ambunten di Desa Ambunten Timur, Ambunten Tengah, Ambunten Barat, dan Desa Tamba Agung Tengah. “Tapi, masyarakat tidak perlu resah atau khawatir dengan prediksi akan adanya angin puting beliung itu. Tetapi, harus selalu siaga dan hati-hati,’’ujarnya menambahkan. Meski wilayah Sumenep daratan berpotensi angin puting beliung, kata Syamsul, namun tidak akan mempengaruhi terhadap pelayaran. “Untuk saat ini, gelombang laut tergolong normal, dan bisa dilalui pelayaran. Tinggi gelombang diperairan Sumenep sekarang, antara 0,5 hingga 2 meter. Gelombang yang bisa mencapai 2 meter, hanya diperairan Kepulauan Masalembu saja. Namun, kondisi itu tergolong normal dan masih bisa dilalui pelayaran,”ungkapnya. ( Nita, Esha )