News Room, Senin ( 11/05 ) Mundurnya awal musim kemarau di tahun ini, diperkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget, tidak akan berpengaruh pada awal masuknya musim hujan. Dengan kata lain, mundurnya awal musim kemarau saat ini tidak berarti mundurnya awal musim hujan.
“Tidak ada pengaruhnya. Jadi, tetap perkiraan masuknya musim hujan di dasarian tiga, bulan November 2015 hingga dasarian pertama Desember 2015,”kata Prakirawan Cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Endriyono pada News Room.
Bahkan menurut Endri, puncak terjadinya musim kemarau juga diprediksi tetap. Yakni, di akhir bulan Agustus 2015 hingga di awal bulan September 2015.
“Jadi, puncak kemarau dengan berakhirnya, diperkirakan tidak ada perubahan,” tegasnya.
Beberapa waktu lalu telah diberitakan, akibat timbulnya siklon tropis di wilayah selatan perairan Jawa, menimbulkan anomali cuaca, sehingga musim kemarau yang awalnya diperkirakan maksimal masuk di dasarian pertama bulan Mei 2015 pun, akhirnya mengalami kemunduran. Siklon tropis dari perairan Australia itu mengakibatkan peningkatan curah hujan untuk wilayah Jawa, Madura, Bali, dan Nusa Tenggara. ( Farhan, Esha )