Sumenep-Infokom News Room : Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep Drs. KH. Safraji menyayangkan merebaknya HP Porno dan sikap para orang tua yang terlalu memberikan kelonggaran kepada anaknya dengan memberikan HP berkamera atau berteknologi canggih tersebut, yang penggunaanya tidak hanya sebagai alat komunikasi lagi, namun pada pola gaya hidup yang menjurus pada hal-hal yang mubadzir, subhat, bahkan dapat merusak moral generasi muda atau remaja. Kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari operasi terpadu oleh Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Sumenep bersama Tim Kelompok Koordinasi Perfilman Daerah (KKPD) dan Badan Pembina Radio Siaran Non Pemerintah (BPRSNP) Kabupaten Sumenep beberapa waktu yang lalu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dan para guru di sekolah-sekolah akhirnya juga ikut turun tangan melakukan razia terhadap beberapa siswa yang memiliki HP tersebut. Sebab banyak ditemukan dalam HP berkamera atau berteknologi canggih yang dimiliki oleh kalangan remaja dan para siswa terdapat gambar-gambar porno yang dikhawatirkan akan merusak moral generasi muda itu sendiri. Bayangkan jika justeru pada saat-saat waktu kosong mereka membuka gambar-gambar porno yang membuat emosi jiwanya membara, mengkhayal, berfantasi dan selalu terinspirasi untuk melakukan hal-hal jorok yang terbayang di matanya. Dampaknya pasti akan menomor duakan yang lainnya, termasuk kewajibanya untuk menuntut ilmu. Kemajuan dibidang teknologi memang tidak dapat terelakkan, sebab perkembangan teknologi akan terus mengikuti pola pikir manusia dalam temuan-temuan barunya. Kerawanan krisis moral generasi muda sudah pada kondisi yang sangat memprihatinkan, kalau tidak dapat dikatakan sekarat. Orang tua, guru, keluarga dan masyarakat semua harus ikut peduli terhadap kenyataan ini. Apakah masih akan memberikan HP berkamera atau berteknologi canggih pada anak-anaknya atau tidak, dengan memperhatikan dan mengkaji antara manfaat dan modaratnya. Disisi lain salah satu penangung jawab counter HP, Fendi ketika ditemui News Room mengatakan, sebenarnya perkembangan teknologi ini sulit untuk diberantas karena dengan kecanggihan HP yang ada pada saat ini sudah dapat mengakses walpaper antar HP yang dilengkapi bluetooth atau infrared. Namun prinsipnya Fendi mendukung terhadap kegiatan operasi terpadu yang dilakukan oleh Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Sumenep, sehingga masyarakat akan turut serta membantu meminimalisir terhadap beredarnya HP yang bergambar pornografi. ( Ren, Im, Diek )