Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-05-2015
  • 734 Kali

Muhammad Bilfaqih : Kecintaan Berdzikir Harus Ditanamkan

News Room, Kamis ( 28/05 ) Berdzikir bagi umat Islam hukumnya Sunnah. Namun dewasa ini, terutama generasi muda Islam, sudah tidak lagi memiliki perhatian khusus pada kebiasaan Rasul SAW dan para pewarisnya.

Hal inilah yang mendorong Habib Muhammad bin Syaikh Bilfaqih, salah seorang tokoh agama di Sumenep membiasakan keluarga dan masyarakat sekitarnya berdzikir sehabis shalat, terutama sehabis shalat Maghrib.

“Disini kami ingin menanamkan kecintaan berdzikir, terutama bagi kalangan muda. Jadi, selepas shalat Maghrib tidak langsung turun dari tempat shalat, melainkan terus berdzikir sambil menunggu masuknya waktu shalat Isya,”kata Yek Muhammad, di kediamannya di Jalan Panglima Sudirman Kelurahan Kepanjin, pada News Room.

Kecintaan berdzikir disebutnya sangat penting. Apalagi generasi muda saat ini sudah banyak yang meninggalkan dzikir. Mereka lebih suka mengutamakan kepentingan duniawi, dan lebih banyak membuang waktu untuk urusan yang sifatnya kurang penting.

“Apalagi ditambah saat ini sudah marak aliran-aliran yang tidak sesuai dengan Ahlussunnah wal Jamaah. Memang, setiap aliran pasti mengklaim juga, bahwa dirinya juga merupakan golongan Aswaja. Namun, ternyata kalau dikaji malah jauh menyimpang dari pendapat kebanyakan ulama,”kata pengasuh Majelis Dzikir Wattalim Alawiyah al-Faqihiyah Liahlis Sunnah Wal Jamaah Kepanjin ini.

Meski begitu, Yek Muhammad berpesan agar umat Islam tidak saling menyerang hanya karena masalah perbedaan paham atau pendapat. Karena hal itu tentu akan membuat gembira golongan kafir yang ingin Islam itu hancur.

“Allah sudah berfirman dalam Al-Quran, wa lan tardla ankal yahuudu wa lan nashaaraa hattaa tattabi u millatahum. Jadi pesan Allah dalam kitab suci-Nya sudah sangat jelas; orang-orang Yahudi dan Nashrani itu tidak akan ridla kepada kamu, hingga kamu mengikuti agama mereka,”pungkas Yek Muhammad. ( Farhan, Esha )