News Room, Rabu ( 27/07 ) Tongkang dengan muatan 4 truk dan sejumlah alat berat seperti eskavator, mulen, peti kemas, serta bahan konstruksi bangunan, terdampar sekitar 200 meter dari bibir pantai di Perairan/Desa Karang Nangka, Kecamatan Raas, Sumenep. Sesuai informasi, keberadaan kapal tongkang dengan titel GH 23 itu terdampar berawal saat kapal tunda (tugboat) berangkat dari Gresik dan melepaskan tongkang yang ditariknya di sekitar perairan Raas sekitar 2 pekan lalu. Sebab, tugboat tersebut mengalami kerusakan. Dan tidak dapat menariknya secara maksimal. Menurut salah seorang warga Kecamatan Raas, Miftahorrahman, kapal tongkang itu ditemukan terdampar pada Minggu (25/07) kemarin. “Saya melihat kapal tugboat itu pada hari Minggu (24/07) pagi, dan kami tidak melihat ada orang keluar masuk didalam kapal itu. makanya saya tidak tahu siapa pemilik kapal itu,”kata Miftahurrahman, di Sumenep, Rabu (27/07). Mifta mengemukakan, saat ini barang-barang muatan tongkang yang terdampar masih ada di Raas. “Warga tidak berani menjamah kapal tersebut. Jadi, dibiarkan begitu saja, karena pemiliknya belum dikethaui,”terangnya. Sementara, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Raas, Iptu Sujito membenarkan adanya kapal tongkang yang terdampar diwilayah perairan Ra’as yang memuat 4 mobil truk dan sejumlah alat berat. “Kami dapat informasi jika kapal itu milik PT. Amar Makmur, Gresik yang disewa oleh PT. Riantama, Sulawesi Selatan. Kapal itu berangkat dari Surabaya menuju Sulawesi Selatan,” kata Sujito, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Rabu (27/07). Untuk saat ini, kata Sujito, pihaknya hanya mengamankan sejumlah barang ringan yang ada didalam kapal tersebut. Barang yang diamankan itu seperti selang, sedangkan dokumen kapal tidak ditemukan. “Saat dicek tidak ditemukan dokumen kapal, tapi upaya pengawasan tetap dilakukannya, karena kebiasaan masyarakat setempat jika ada kapal terdampar pasti mengambil barang-barang yang dimuatnya. Makanya kami awasi terus kapal itu hingga pemiliknya datang,”ungkapnya. Sujito memperkirakan, terdamparnya kapal itu karena dampak cuaca buruk. “Kala itu cuaca diperairan Raas memang buruk sehingga menimbulkan ada kerusakan dalam kapal induknya dan menyebabkan kapal itu ditinggal,”pungkasnya. ( Nita, Esha )