Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-09-2006
  • 514 Kali

MOTIVASI WISATA DAERAH DENGAN ANUGERAH WISATA JATIM

Sumenep-Kominfo News Room : Untuk memotivasi industri pariwisata yang ada di daerah, Dinas Pariwisata (Disparta) Propinsi Jawa Timur kembali menggelar Anugerah Wisata Jatim pada 15 September mendatang di Taman Dayu Pandaan, Pasuruan. Kasubdin SDM Disparta Propinsi Jatim, Rudy Prayitno di kantornya, Rabu (06/09) kemarin mengatakan, malam anugerah yang telah dilakukan untuk ke dua kalinya itu, saat ini sudah dalam proses penjurian sejak 12 Februari hingga 11 September mendatang. Dikatakannya, industri pariwisata daerah saat ini telah mengalami kemajuan, hal ini terlihat dari telah adanya kerjasama antara pelaku pariwisata dengan masyarakat serta diadakannya pembinaan bagi generasi muda. ?Kami melihat dibeberapa daerah, generasi mudanya juga turut memperkenalkan obyek wisatanya. Inilah yang dikatakan ada kemajuan?, ujarnya. Penilaian dalam lomba akan dibagi dalam tiga kategori, yaitu obyek wisata paling menarik, paling menonjol, dan daerah yang mempunyai motivasi tinggi untuk menggerakkan pariwisata. ?Dari kategori ini akan dipilih beberapa nominasi. Kalau tahun lalu kami memilih sembilan obyek wisata, tapi tahun ini mungkin lebih banyak lagi,? ucapnya. Dalam lomba ini memang tidak dipilih pemenangnya. Hal ini disebabkan nilai pariwisata di setiap tempat wisata tidak bisa dibandingkan karena memiliki karakteristik dan keunggulan yang berbeda, namun yang dilihat dari segi pengelolaan obyek wisata. Jawa Timur saat ini tercatat telah memiliki lebih dari 540 tempat wisata andalan. Anugerah Wisata Jatim tahun lalu, nominasi yang terpilih adalah Gunung Kelud (Kediri), Candi Penataran (Blitar), Arung Jeram (Probolinggo), Sunan Giri (Gresik), dan Taman Safari (Pasuruan). Sedangkan untuk tahun ini, obyek wisata yang akan diikutsertakan diantaranya Water Park (Surabaya), Pantai Bentar (Probolinggo), Grebeg Suro (Ponorogo), Goa Tabuhan (Pacitan), Upacara Tradisioanl Kebo-Keboan (Banyuwangi), Monumen Kresek (Madiun), dan Kesenian Singo Wulung (Bondowoso). ( JNR, Esha )