Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-06-2009
  • 503 Kali

Motifasi Petani Ikuti Jejak Poktan Al-baroqah Tanam Kedelai

News Room, Sabtu (13/06) Kelompok Tani Albaraqah Desa Guluk-Guluk Kecamatan Guluk-Guluk Kabupaten Sumenep, yang berhasil mendapat penghargaan dari Menteri Pertanian pada lomba Agrobisnis budidaya kedelai di Tingkat Nasional 2009, hendaknya dapat memotifasi petani lainnya agar mengikuti jejak keberhasilannya. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. H. Satam, MM. Menurutnya, prestasi kelompok tani Albaroqah ini diharapkan akan lebih meningkatkan prospek kedelai di Sumenep. Sebab diakui Satam, akhir-akhir ini harga pasar kedelai semakin bagus dan bisa memberikan penghasilan yang cukup bagi petani. Sebenarnya, sejak tahun 90-an Areal lahan budidaya kedelai di Sumenep mencapai 12 ribu hektar. Namun karena dalam beberapa tahun harga pasar kedelai menurun dan kalah dengan harga kacang ijo, sebagian besar petani berubah pola tanamnya. “Harga kedelai dulu hanya sekitar 3 ribuan/ kg dan harga kacang ijo sudah bisa 4-5 ribu/ kg. Tapi dengan adanya krisis kedelai harga kedelai semakin bagus, dari harga sebelumnya 6 ribuan, saat ini bisa mencapai 9 ribu,” Ujar Satam. Bahkan, banyak keunggulan yang dimiliki Sumenep, salah satunya menurut Satam karena tanaman kedelai bisa tumbuh di lahan kering. Disamping itu hasil produksinya bagus, walaupun teknis budidaya serta sistem agribisnis sama dengan daerah lain yang membudidaya di lahan persawahan yang seharusnya lebih bagus ketimbang lahan kering. Pihaknya juga memprediksi tahun 2009 ini lahan budidaya kedelai di Sumenep akan semakin luas. Utamanya ketika melihat cuaca yang kurang bersahabat untuk tanaman tembakau dan sebagainya. Dijelaskan, saat ini budidaya kedelai paling banyak ada di Kecamatan Guluk-Guluk dan Lenteng, sedangkan di Kecamatan lainnya juga ada, namun tidak terlalu menonjol. Sementara, Ketua Kelompok Tani Barokah, Mattahar mengaku pihaknya akan terus mengembangkan budidaya tanaman kedelai khususnya pada petani di daerahnya. Sebab, sebenarnya areal yang cocok untuk tanaman kedelai cukup banyak. Hanya saja terkadang petani tetap bersikukuh dnegan tanaman yang sudah biasa mereka laksanakan setiap musim tanam. Dijelaskan, saat ini Kelompok Tani Barokah telang mengolah sebanyak 35,5 hektar lahan. Dengan produktifitas panen kedelai sekitar 2,4 ton perhektar. Hasil tersebut meningkat jauh dari sebelumnya, yang hanya menghasilkan sekitar 1,4 ton perhektar. Karena itu pihaknya selalu mengaplikasikan teknologi budidaya kedelai sesuai petunjuk penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumenep. (Ren,Gun)