News Room, Senin ( 02/07 ) Sehubungan eksplorasi minyak dan gas (Migas) oleh PT. Energy Mineral Langgeng (EML) yang sempat terhenti, di Desa Tanjung Kecamatan Saronggi, Senin Pagi (02/07) dilaksanakan istighotsah dan doa bersama pihak Pemerintah Kabupaten Sumenep dengan para tokoh agama, tokoh masyarkat dan masyarakat setempat. Kegiatan istighotsah dan doa bersama tersebut dihadiri Bupati Sumenep, Wakil Bupati Sumenep, Sekdakab Sumenep dan sejumlah unsur Forpimda Kabupaten Sumenep serta sejumlah tokoh agama di Sumenep, seperti KH. Basir, KH. Taufiqur Rahman, KH. Jurjis Muzammil, dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya. Hanya saja, dalam kegiatan istighotsah tersebut sempat ricuh dengan adanya masyarakat yang tidak setuju adanya eksplorasi migas di daerahnya berjalan terus, sehingga kegiatan istighotsah segera di sudahi. KH. Basir sempat meredakan masyarakat untuk berdoa dan memohon petunjuk dari Allah SWT, sehingga kegiatan rencana eksplorasi migas di daerahnya dapat berjalan dengan baik, dan betul-betul membawa manfaat bagi masyarakat. Dan tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dan mengumbar amarah melalui demo dan sebagainya. “Tujuan istighotsah dan doa bersama ini bertujuan untuk keselamatan bersama. Jika memang di Ridhoi dalam beberapa hari ini akan keluar tanda-tanda adanya migas. Mari kita mohon keselamatan untuk kita bersama,”ujarnya. Seusai kegiatan istighotsah dan doa bersama tenyata masyarakat masih belum puas. Bahkan sempat meluapkan amarahnya kepada Kepala Desa Tanjung, Slamet, yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat. Namun aparat dengan sigap mengamankan situasi, sehingga situasi tetap kondusif. Sekedar diketahui, eksplorasi migas oleh PT. EML sebenarnya sudah dihentikan sejak Selasa (29/05) lalu. Dan praktis tidak lagi beraktivitas di Desa Tanjung, Saronggi, sambil menunggu proses selanjutnya. ( Ren, Esha )