News Room, Kamis ( 20/11 ) Kelangkaan minyak tanah (mitan) yang terjadi dalam beberapa waktu ini, ternyata belum berdampak banyak terhadap permintaan gas elpiji. Hal tersebut diakui salah seorang agen tabung gas elpiji di Sumenep, Robin Budiyanto ketika ditemui sejumlah wartawan di kantornya, Jl. Asoka Kelurahan Pajagalan Kecamatan Kota Sumenep, Kamis (20/11). Diakui, meskipun ada pengurangan distribusi mitan dari Pertamina, masyarakat khususnya diperkotaan belum banyak terjadi perubahan pemakaian dari mitan ke elpiji. Meskipun ada peningkatan, pembelian elpiji hanya sekitar 5 persen dari sebelumnya. Namun, hal itu menurut Robin, ada kemungkinan bukan karena faktor kelangkaan mitan, namun ada kemungkinan karena faktor musim penghujan, sehingga masyarakat lebih banyak memasak makanan. “Biasanya memang begitu, jika musim hujan ada peningkatan dibandingkan dengan musim kemarau, sebab penggunaan lebih sering utamanya untuk pengguna keluarga,â€Âujar Robin. Pemilik UD. Sarua Subur ini menjelaskan, suplay tabung gas elpiji dari distributor juga belum ada penambahan, masih tetap seperti sebelumnya. Bahkan persediaan sekitar 150 tabung elpiji masih ada di tokonya. Sedangkan setiap harinya, penjualan tabung berisi 12 kilogram berkisar 30 hingga 40 tabung. Ditanya mengenai harga elpiji menurut Robin, juga tetap sama, yakni seharga Rp. 82.000,00 untuk daratan, sedangkan untuk kepulauan disesuaikan dengan jauh dekatnya, sebab tergantung pada biaya transportasi. ( Ren, Esha )