News Room, Rabu ( 08/06 ) Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan tanda pengenal dan juga bukti identitas diri bagi masyarakat di Negara Republik Indonesia. Bahkan, seringkali terjadi, masyarakat pelamar kerja harus ditolak mentah mentah oleh perusahaan, karena kartu identitasnya tidak jelas. Bahkan, jika memiliki kepentingan keluar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) misalnya, jika tidak memiliki KTP terpaksa harus berurusan dengan aparat jika tidak memiliki kartu identitas. Karena itu, kepemilikan KK/KTP merupakan syarat mutlak untuk dimiliki oleh warga negara. Kepala UPT. Duk Capil Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Drs. Salehadi, M.Si. kepada wartawan, Rabu (08/06) mengungkapkan, kesadaran masyarakat di Kecamatan Bluto untuk memiliki KTP/KK sering dilakukan, agar bisa diterima dengan baik. “Kami sosialisasikan kepada masyarakat, jika ingin diakui sebagai warga yang baik dan tertib harus memiliki KTP maupun KK.”ujarnya. Diakui Salehadi, untuk Kecamatan Bluto, jika dikalkulasikan dari penduduk yang ada sekitar 75 persen sudah memiliki identitas KTP maupun KK. Mulai dari usia dini, unsur remaja, orang dewasa hingga orang tua. Ditambahkan, pihaknya juga tetap menekankan kepada warga, meskipun orang tua tetap harus memiliki identitas diri, sehingga terdaftar sebagai warga Negara Indonesia. Bukan berarti tidak penting untuk kepentingan dirinya. “Kami tetap berharap, bagaimana masyarakat lebih ditingkatkan lagi untuk sadar ber-KTP, khususnya di Kecamatan Bluto, dari 75 persen bisa mencapai 99 persen.”tambahnya. Pihaknya, juga berharap media ikut serta mensosialisasikan kepada masyarakat akan pentingnya memiliki identitas diri, dengan pemuatan berita ajakan kepada masyarakat tentang pentingnya identitas diri bagi setiap warga negara. Dijelaskan, saat ini pendaftaran KK dengan biaya sebesar Rp. 3 500,00 sedangkan KTP sebesar Rp. 6.000,00. Bahkan, nantinya Pemerintah akan mengadakan KTP gratis melalui Elektronik KTP (E-KTP) secara nasional, yang seluruh pembiyaannya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN). ( Ren, Esha )