News Room, Kamis ( 02/12 ) Kebutuhan air bersih di sejumlah Desa di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean dikeluhkan masyarakat. Hal tersebut setelah terjadi kerusakan pada mesin PDAM di Kecamatan Arjasa tersebut. Anggota DPRD Sumenep asal Kepulauan Kangean, Badrul Aini menyayangkan terjadinya kerusakahan mesin PDAM di Kecamatan Arjasa yang tidak segera ditangani. Sebab, masyarakat yang biasa menggantungkan air bersih dari PDAM, hanya bisa menelan lidah. “Seharusnya kerusakan itu segera cepat ditangani, dan tidak dibiarkan berlarut-larut, sehingga terkesan penanganannya sangat lamban,”ujar Badrul. Ditambahkan, jika kesulitan air bersih terus dialami masyarakat di kepulauan Arjasa, dikhawatirkan masyarakat akan banyak yang terjangkit penyakit, seperti diare dan sebagainya. Sebab, dari sekitar 13 Desa yang menjadi pelanggan PDAM di Arjasa, ada beberapa Desa yang sulit mencari alternatif air bersih, seperti Desa Sambakate, Pandeman dan Paseraman. Sementara Direktur PDAM Sumenep, Drs. Ec. R. Zainal Alim, MM kepada wartawan mengungkapkan, kerusakan mesin PDAM di Kecamatan Arjasa sebenarnya hanya I sumur produksi, yakni sumur Jakung yang mengalami kerusakan genset. Sedangkan disana ada 3 sumur produksi, yakni Jakung, Angon-Angon, dan Cangkring. “Dalam waktu dekat itu bisa ditangani, sebab, untuk perbaikan sumur di Jakung kami menurunkan Tim Mekanik dari Surabaya,”ujarnya. Jadi tegas Zainal, masyarakat hendaknya bersabar dan menunggu perbaikan genset selesai. Sebab, dalam kondisi perbaikan, penyaluran air memang harus dihentikan, dan akan segera lancar setelah ada perbaikan. ( Ren, Esha )