Sumenep Infokom News Room : Himbauan Pemerintah tentang bahaya merokok terhadap kesehatan, utamanya penyakit kanker nampaknya akan berpengaruh terhadap daya beli tembakau masyarakat. Bahkan turunnya daya beli pabrik tersebut akan berdampak pula kepada kehidupan petani tembakau itu sendiri dimasa mendatang. Demikian ditegaskan Bupati Sumenep Drs. Endro Siswantoro, M.Si saat rapat koordinasi pelaksanaan Pemerintah dan Pembangunan di kantor Bupati, Selasa (14/06). Buktinya, menurut Bupati Sumenep ketika diadakan pertemuan dengan pengusaha rokok beberapa waktu yang lalu diakui bahwa pabrik akan membatasi pembelian tembakau itu, sebab dengan adanya himbuan Pemerintah, apalagi himbuan dari WHO itu berpengaruh terhadap daya beli masyarakat, sehingga pabrik meski saat ini masih memproduksi rokok namun dengan turunnya minat masyarakat merokok merasa merugi. Bupati juga menjelaskan, menyikapai hal itu, maka selayaknya Pemerintah Daerah sejak dini mencarikan tanaman alternatif yang mampu memberikan penghasilan bagi masyarakat yang tidak mempunyai resiko tinggi sebagai pengganti tanaman tembakau, mengingat tanaman tembakau merupakan tanaman primadona masyarakat. Untuk itu Pemerintah Daerah menurut Bupati memberikan pemahaman dan pengertian kepada petani tembakau bahwa tanaman tembakau itu dimasa mendatang keberadaaanya terancam, sehingga petani tembakau perlu melakukan penanaman alternatif yang tidak mempunyai resiko. Dengan demikian tegas Bupati Sumenep kondisi areal tanam yang cukup luas, meski masyarakat tidak menanam tembakau maka masyarkat masih akan mendapatkan pengasilan. ( Yasik, Im ) .