Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 07-01-2011
  • 313 Kali

Migas Setujui Usulan Suplai Mitan Untuk Kepulauan

News Room, Jum’at ( 06/01 ) Upaya pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memperjuangkan masyarakat kepulauan mendapat minyak tanah bersubsidi setelah konevrsi minyak tanah ke gas elpiji mmebuahkan hasil. Buktinya, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyetujui permohonan pemerintah Kabupaten Sumenep untuk ada suplai minyak tanah bersubsidi. Kabag Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Drs. H. Suprayugi, M.Si mengatakan, Pertamina tetap memasok minyak tanah bersubsidi pada masyarakat di 9 Kecamatan kepulauan, meski sudah dilaksanakan konversi minyak tanah ke gas elpiji. Usulan permohonan kebijakan khusus pasokan minyak bersubsidi yang diinginkan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk 9 Kecamatan kepulauan sebanyak 1.648.785.000 liter setiap bulan, namun ternyata BPH Migas mnyetujui usulan minyak tanah bersusidi sebesar 761.000 liter setiap bulan. ”Alhamdulillah, upaya kami sudah membuahkan hasil dan dengan adanya kebijakan khusus minyak bersubsidi tersebut, masyarakat kepulauan tidak perlu resah dengan pasokan minyak tanah bersubsii, seperti untuk kebutuhan lampu penerangan dan aktivitas usaha nelayan,”tegasnya. H. Suprayugi menyatakan, untuk mendapatkan pasokan minyak tanah bersubsidi, Bupati Sumenep mengirim surat sebanyak 2 kali pada pimpinan BPH Migas. ”Karena itu, dengan adanya persetujuan kebijakan khusus pasokan minyak tanah bersubsidi, masyarakat kepulauan tidak usah resah, setelah pelaksanaan program konversi minyak tanah ke elpiji,”ungkapnya. Sebanyak sembilan Kecamatan kepulauan yang tetap menerima pasokan minyak tanah bersubsidi setelah pelaksanaan konversi minyak tanah ke elpiji, yakni Masalembu, Sapeken, Kangayan, Arjasa, Raas, Gayam, Nonggunong, Giligenting, dan Talango. ( Yasik, Esha )