Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-08-2008
  • 448 Kali

Meski Temui Kesulitan, Akan Kembalikan Citra Sekolah

News Room, Senin ( 25/08 ) Kejadian pelecehan yang dilakukan oknum guru agama kepada siswanya di SDN Saronggi I diakui Kepala Sekolah dan para guru setempat, sebuah bencana diluar kemampuan dirinya. Sebab musibah itu terjadi, sama sekali tidak ada yang menyangka akan mengalami aib seperti itu. Karena itu, Kepala SDN Saronggi I, Moh. Duki ketika ditemui sejumlah wartawan, Senin (25/08) harus mengakui, karena itu merupakan bencana yang telah meruntuhkan tatanan yang sudah lama dibangun, namun runtuh dalam sekejap, karena ulah oknum guru yang kebetulan guru agama. Padahal selama ini siswanya selalu menorehkan prestasi yang membanggakan hingga ketingkat Jawa Timur, seperti lomba senam tahun lalu. Meski diakui Duki, selama ini memang oknum yang bersangkutan seperti ada ketidak sempurnaan akalnya, dan malah ketika ditegur sedikit saja, kadang beberapa hari tidak masuk, dengan alasan pusing dan sebagainya. Karena itu, pihaknya bersama para guru yang mayoritas guru perempuan, dan hanya Kepala Sekolah, guru agama dan penjaga sekolah yang laki-laki. Menurut Duki, tidak pernah melihat gelagat yang mengarah ke hal seperti itu terhadap diri BS (inisial oknum). Bahkan ketika kejadiannyapun para guru dan dirinya merasa kecolongan, karena kejadiannya bersamaan ada lomba volly antar siswa di selatan sekolah. Jadi tidak ada yang sempat berpikiran akan terjadi hal semacam itu. Karena itu Duki mengaku, hari ini, Senin(25/08) pihaknya mengumpulkan para orang tua siswa, Komite Sekolah dan para guru, untuk meminta maaf atas nama sekolah yang telah kecolongan kejadian yang tidak diinginkan itu. Meski beberapa wali murid sempat emosi, namun mereka menyadari hal itu, dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk memproses kasus itu. Dan para wali murid yang memang dari awal menuntut agar yang bersangkutan dijerat hukum, tidak keberatan anaknya tetap sekolah di sana. Dengan harapan agar tidak akan terjadi hal seperti itu lagi. Dan menjadikan itu pelajaran bagi semua, baik guru maupun orang tua, agar lebih berhati-hati terhadap siapapun. Sebab syaitan akan selalu mengusik manusia yang tidak beriman dengan caranya yang gaib. Hanya manusia yang beriman akan terhindar dari segala bisikan syaitan yang terkutuk. ( Ren, Esha )