News Room, Selasa ( 21/09 ) Sebanyak 12 warga asal Pulau Komerian, Kecamatan Ra’as, terdampar di pinggir pantai Patereman, Kecamatan Arjasa. Mereka terjebak selama 18 jam, dikarenakan perahu boat yang ditumpanginya mengalami kerusakan ditengah laut. Puluhan warga tersebut, berangkat dari Pulau Komerian untuk mengangkut sembako di Pulau Kalisangka (Arjasa). Namun sekitar 2 jam perjalanan laut, tiba-tiba mesin perahu yang ditumpanginya mati, sehingga perahu bersama penumpang terombang ambing hingga dipinggir pantai Patereman (Arjasa). Salah seorang keluarga korban, Dahlan menjelaskan, saat ini pihaknya masih berusaha menjangkau lokasi, sebab pantai tempat mereka terdampar jauh dari perumahan penduduk dan sulit dijangkau melalui jalur darat. “Kami masih diperjalanan laut menuju Pulau Patereman. Lokasi tersebut, memang jauh dari pemukiman warga,”kata Dahlan, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya, Selasa (21/09). Dari 12 warga yang terdampar itu, kata Dahlan, 6 diantaranya perempuan termasuk istrinya bernama Maryama. “Ke 12 warga itu, selama 18 jam sempat kelaparan karena tidak ada bantuan. Sebab, jarak dari lokasi ke pemukiman warga sekitar sangat jauh, itupun harus ditempuh dengan perjalanan laut, yang memakan waktu sekitar 2-3 jam,”ujarnya. Dahlan mengungkapkan, warga Pulau Komerian Kecamatan Ra’as, memang selalu membeli kebutuhan sembako ke wilayah Arjasa, mengingat secara letak geografis lebih dekat, yang hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam. “Sementara, kalau warga Pulau Komerian (Ra’as) membeli sembaki ke Kecamatan Ra’as sendiri membutuhkan waktu sekitar 6 jam,”ungkapnya. ( Nita, Esha )