Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 12-12-2016
  • 1531 Kali

Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW Merupakan Perbuatan Sunnah

News Room, Selasa ( 13/12 ) Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan perbuatan sunnah. Karena Rasulullah SAW sendiri dalam sebuah riwayat merayakan hari kelahirannya sendiri dengan berpuasa setiap hari Senin. Mayoritas ulama dan shalihin pasca Rasulullah SAW hingga saat ini juga memperingatinya.

"Dalam setiap pembacaan maulid, Rasulullah SAW hadir di tengah-tengah perayaan. Hanya kita tidak bisa melihat beliau, sebab bashirah atau mata hati terhalang hijab," kata K. R. Nurul Hidayat, salah satu tokoh agama muda, di Kelurahan Bangselok dalam sebuah acara Maulid.

Penghalang utama disebut gus Nurul berasal dari syahwat. Syahwat sendiri ada beberapa macam. "Seperti kata seorang ulama, terhalangnya bashiroh (mata hati) dikarenakan syahwat. Syahwat pada makanan (makan dengan kenyang) adalah bid ah pertama kali yang dilakukan manusia. Melihat wanita cantik juga penghalang bashiroh," tambahnya

Dalam banyak riwayat, tak sedikit kalangan shalihin yang dihadiri langsung oleh Rasulullah SAW saat perayaan maulid. Seperti kisah kiai-kiai sepuh maupun ulama salafush shalih. "Semoga kita bisa menyingkirkan hijab bashiroh. Dan mudah-mudahan kita disukai Rasulullah sehingga bisa melihat beliau secara nyata, " imbuhnya. ( M. Farhan, Fer )