Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-02-2011
  • 901 Kali

Merantau, Istri Hilang Suami Tak Bertanggung Jawab

News Room, Jum’at ( 18/02 ) Keinginan merubah nasib dengan merantau ke Kalimantan, justru berakhir pilu. Zairiyah (21), warga Dusun Laok Songai, Desa Tamedung, Kecamatan Batang-batang, dinyatakan hilang setelah suaminya Rahwini pulang sendirian ke kampung halamannya di Kecamatan Batang-batang. Korban merupakan anak bungsu dari 2 bersaudara, pasangan suami-isteri Muhari (70) dan Saidah (65), warga setempat. Menurut paman korban, Karsono, setelah menikah pada bulan Mei 2010 lalu, korban bersama suaminya berangkat ke Kalimantan untuk mencari pekerjaan. “Selama 2 bulan hingga September 2010, kami masih saling komunikasi lewat hand-phone dengan Zairiyah, yang mengabarkan kalau sudah bekerja bantu suaminya di kelapa sawit, dengan penghasilan Rp. 75 ribu per-hari. Namun, setelah itu sampai Rahwini pulang, kami tidak pernah berkomunikasi,”kata Karsono, pada wartawan di Sumenep, Jum’at (18/02). Karsono menjelaskan, awalnya kepulangan Rahwini yang sendirian pada pertengahan Desember 2010, dianggap wajar-wajar saja, karena keluarga korban menganggap Zairiyah sibuk bekerja. “Tapi, ketika kami tanyakan tentang kondisi korban dan kenapa tidak ikut pulang, justru Rahwini menjawab singkat, kalau Zairiyah menghilang sejak bulan Nopember 2010. Kontan, keluarga besar korban kaget dan bingung,”ujarnya. Alasan Rahwini tidak diterima keluarga besar korban. Alhasil, karena khawatir dengan keberadaan korban, kata Karsono, pihaknya langsung melapor pada Kepala Desa Tamedung, sambil mengajak Rahwini untuk mencari Zairiyah. “Namun sial, saat keluarga korban bersama perangkat Desa menjemput Rahwini kerumahnya untuk berangkat ke Kalimantan, yang bersangkutan sudah kabur. Dia (Rahwini, Red) menghilang juga, gak tahu pergi kemana,”terangnya. Karsono mengungkapkan, hilangnya Rahwini itu menguatkan dugaan keluarga korban, jika Zairiyah itu dibunuh atau dijual oleh Rahwini selaku suami korban. “Karena, Rahwini tiba-tiba hilang ketika mau diajak mencari istrinya,”pungkasnya. Kasus hilangnya korban, sudah dilaporkan ke Polres Sumenep pada Januari kemarin, namun hingga sekarang belum ada kelanjutannya. “Kami berharap polisi secepatnya mengusut kasus ini. Sebab, keluarga korban sudah sangat cemas. Kami hanya ingin mengetahui nasib Zairiyah, apakah masih hidup atau sudah mati,”ungkapnya dengan nada cemas. ( Nita, Esha )