News Room, Jumat ( 22/02 ) Teknologi Informasi (TI), media massa dan industri periklanan lainnya akan terus mengalami pergeseran seiring berkembangnya tekhnologi dan industri itu sendiri, sehingga yang perlu diwaspadai adalah dampak yang akan terjadi seiring mudahnya akses teknologi informasi. Kepala Dinas Komonikasi dan Informasi Kabupaten Sumenep, Imam Trisnohadi, SH, M.Si berharap adanya kemajuan teknologi informasi dan industri saat ini, bukannya menjadikan masyarakat khawatir dan gamang terhadap kemajuan yang terjadi. Namun, yang harus disiapkan ialah, bagamana memanfaatkan teknologi dan informasi yang ada, sehingga tidak sampai menyalah gunakan tekhnologi kepada hal-hal yang bersifat negatif. Misalnya dengan mengakses situs-situs porno dan semacamnya. “Jadi, sebenarnya baik dan buruknya semua tergantung dengan orang yang menggunakan alat atau media itu sendiri,”ujarnya. Misalnya saja tegas Imam, sebuah pisau akan sangat berbahaya apabila digunakan oleh orang untuk membunuh dan semacamnya. Namun, fungsi dan manfaat pisau sangat banyak dan hampir dikatakan setiap hari orang membutuhkan pisau untuk memotong sesuatu. Dijelaskan, dari data yang ada jumlah dari 140 juta Hand Phone (HP) yang beredar sekitar 10.800 sekolah SMA sebagai pengguna HP dan jika dirata-ratakan siswa perkelas 40 orang tinggal kalikan betapa tekhnologi dan informasi sudah begiru pesatnya. Dan bagaimana dengan siswa SMP bahkan siswa SD yang juga sudah pegang alat komonikasi itu. Bahkan, tegas Imam persaingan operator yang masuk ke Indonesia juga sudah banyak, dan hampir 80 persen merupakan konten-konten yang ada merupakan produk luar negeri, sedangkan 20 persen produksi dalam negeri. “Jadi, sebeanrnya, yang perlu menjadian perhatian juga bagaimana peggunaan alat teknologi itu tidak sampai di pergunakan kepada sesuatu yang tidak baik, tapi pergunakan untuk hal yang positif dan bermanfaat,”tambahnya. ( Ren, Esha )