Sumenep-Infokom News Room : Sudah hampir sepekan setelah prosesi Arafah-Mina, para jamaah sudah mulai meninggalkan Kota Suci Makkah untuk kembali ke negaranya masing-masing maupun menuju Kota Madinah. Meski demikian, Masjidil Haram tetap dipadati jamaah yang ingin mengisi waktu sebelum kepulangan dengan melaksanakan umroh maupun thawaf sunnah. Pemantauan reporter News Room, Drs. RB. Moh. Fajar Priambadi dari Makkah melaporkan, dikawasan Masjidil Haram, kemarin (19/01) sejak pagi sudah banyak jamaah yang berpakaian ihrom warna putih berdatangan ke masjid tersebut. Mereka datang dari berbagai arah, baik secara rombongan maupun sendiri-sendiri. Di sekitar lokasi pemondokan juga demikian, banyak jamaah telah mempersiapkan diri dengan pakaian ihrom menunggu mobil omprengan atau pun taksi ditepi jalan. Para jamaah itu hendak menuju ke tempat miqat di Tan’im, sekitar enam kilo meter dari Kota Makkah. Tidak sulit mencari kendaraan angkutan di Makkah, para sopir dengan sendirinya akan menawarkan jasa. Namun, para jamaah harus menawar terlebih dahulu ongkos angkutan, mengingat sejak dimulainya prosesi Arafah-Mina, sudah naik dua hingga tiga kali lipat. Setelah tawar-menawar, ongkos ke Tan’im bisa turun menjadi 5 Riyal per orang. Begitu sampai di Tan’im, para jamaah akan langsung menuju ke Masjid Tan’im atau Masjid Jaronah, melaksanakan shalat sunnah dua rakaat dan berniat umroh. Setelah itu kembali ke Makkah dan menuju Masjidil Haram. Kepadatan masih terasa di Masjidil Haram, terlebih di ruangan dalam. Lingkaran thawaf penuh sesak, hampir tidak ada celah sedikitpun, karena saking banyaknya jamaah. Maklum, saat bersamaan ada jamaah yang hendak berthawaf wada (perpisahan) sebelum meninggalkan Kota Suci Makkah. Para jamaah ada yang berthawaf umroh sunnah. Semua berkumpul di lingkaran yang mengelilingi Ka’bah. Usai thawaf sebanyak tujuh putaran, para jamaah melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang makam Nabi Ibrahim dan dilanjutkan berdoa disana. Bagi yang berumroh sunnah dilanjutkan minum air Zam-zam dan sa’I sebanyak tujuh putaran antara Bukit Shafa dan Marwah. Selanjutnya Drs. RB. Moh. Fajar Priambadi yang menunaikan Ibadah Haji beserta isterinya itu menginformasikan, untuk Kelompok Terbang (Kloter) 70, 71 dan 72 asal Kabupaten Sumenep, kalau tidak ada perubahan diperkirakan pada tanggal 06 Pebruari 2006 akan meninggalkan Tanah Suci Makkah menuju Tanah Air. ( Esha )