News Room, Selasa ( 15/11 ) Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Syaifuddin, dalam kunjungannya ke Kabupaten Sumenep, Selasa (14/11) sore kemarin, sempat meresmikan 2 Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kecamatan Kota Sumenep dan Kecamatan Dungkek di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kota Sumenep yang baru selesai dibangun tahun ini.
Peresmian 2 gedung baru tersebut disaksikan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, H. Mahfudh Shodar, Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, Ketua DPRD Sumenep, H. Herman Dali Kusuma, SH., MH., Sekdakab Sumenep, Drs. Hadi Soetarto, M.Si, Kepala Kemenag Sumenep, Drs. Ec. H. Moh. Shodik, M.Si dan Kepala Kemenag se-Madura, Kepala KUA se-Kabupaten Sumenep serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Syaifuddin, mengaku sangat mengapresiasi peresmian 2 Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji tersebut. Hal tersebut patut disyukuri, ditengah keterbatasan saat ini, Kementerian Agama terus melakukan pembenahan dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.
“Dan ini sudah diakui beberapa lembaga survei, yang hasil masukannya dalam satu dua tahun terakhir ini Kementerian Agama sudah melakukan pembenahan.” ungkapnya.
Menurutnya pembenahan dalam pelayanan seperti prosesi nikah di balai nikah, sistem nikah, tata cara nikah, penghulu, yang dinilai sudah mulai membaik. Bahkan, sudah banyak apresiasi dari masyarakat, karena sudah tidak ada lagi pungutan liar, semua proses nikah di KUA dan di jam kerja sama sekali gratis.
Namun, dikenakan biaya sebesar Rp. 600.000,00 jika nikah dilakukan di luar KUA dan di luar jam kerja, karena memang konsekuensi untuk mengeluarkan biaya lain-lain.
Bahkan, dijelaskan Menteri Agama, jika dengan kebijakan tersebut sangat diapresiasi dari pemerintah termasuk KPK, karena tahun ini, bisa memberikan masukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) cukup besar per Oktober mencapai Rp. 1,7 trilyun yang dihimpun dari masyarakat yang masuk ke kas negara.
Termasuk pula dalam pelayanan haji yang dalam dua tahun ini diakui Menteri Agama ini, sudah bisa dilayani dengan baik, dan relatif tidak ada persoalan. Pelaksanaan ibadah haji bisa dikatakan berlangsung sukses, meskipun ada kasus, namun sifatnya insidentil.
“Karena itu kami harapkan dengan pembangunan gedung baru ini hendaknya dijaga dan dipelihara, pelihara yang sudah baik dan terus kembangkan pelayanan kepada masyarakat.” tambahnya. ( Ren, Fer )