Media Center, Sabtu ( 29/07 ) Pemerintah melalui Kementrian Sosial Republik Indonesia meminta Pemerintah Daerah untuk memantau program penyaluran beras untuk keluarga sejahtera (rasta).
Menteri Sosil RI, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pihaknya meminta Pemerintah Daerah selalu memonitor program penyaluran beras untuk keluarga sejahtera (rastra). Itu dilakukan untuk memastikan rastra tersebut layak konsumsi, sehingga tidak mengecewakan masyarakat penerima. Monitoring dilaksanakan ketika Pemerintah Daerah mengeluarkan SPA (Surat Perintah Alokasi), bahkan menurunkan Tim Rastra Kabupaten ke Gudang Bulog, baik Divisi Regional (Divre) maupun Sub Divisi Regional, guna memastikan kualitas beras rastra.
“Saat SPA terbit, pastikan tim untuk memantau langsung di Gudang Bulog, bahwa beras yang dibawa itu layak komsumsi, jangan sampai ketahuan rusak, setelah masyarakat menerima rastra itu,”kata Menteri Sosial RI seusai acara Jalan Jalan Sehat dan pemberian santunan kepada anak yatim dan lansia dalam rangka 18 tahun Jawa Pos Radar Madura di halaman Kantor Bupati Sumenep, Sabtu pagi (29/07).
Ia menyatakan, apabila menemukan beras tidak layak konsumsi hendaknya Tim Rastra Kabupaten untuk mengembalikan ke Gudang Bulog dan meminta ganti yang layak konsumsi. Karena khawatir, jika masyarakat penerima rastra mendapat beras tidak layak konsumsi, kebingunan untuk mengembalikannya.
”Saya khawatir, jika masyarakat penerima rasta tidak layak konsumsi tidak tahu, mau tukar kemana rastranya atau Bulog tidak mengakui, karena tidak ada pembuktian, jika rastra itu beras dari Gudang Bulog. Ini yang harus diantisipasi oleh Tim Rastra di Pemerintah Daerah,”tuturnya.
Menteri Sosial RI mengungkapkan, sejumlah titik di daerah memang terjadi rastra yang berkualitas tidak layak konsumsi, karena itu peranan Tim Rastra Pemerintah Daerah sangat penting, supaya tidak ada masalah tentang kualitas rastra.
“Pokoknya Pemerintah daerah harus memonitor rastra di masing-masing daerahnya, supaya masyarakat penerima rastra menikmati program pemerintah untuk masyarakat kurang mampu ini,”pungkasnya. ( Yasik, Esha )