Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 24-10-2007
  • 603 Kali

Menkominfo Akan Pasang Hotspot Di 38 Taman Kota Di Jawa Timur

: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Prof. Dr. Muhammad Nuh, DEA berencana memasang hotspot atau jaringan Wi-Fi internet tanpa kabel pada taman kota atau alun-alun di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur, 11 Nopember mendatang. “Dengan adanya sarana ini, masyarakat dapat menggunakan fasilitas internet secara gratis,” ujarnya saat jamuan makan malam bersama Gubernur Jatim, Imam Utomo di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (22/10) malam. Pemasangan jaringan dilakukan bersamaan peresmiamn “Jatim e-propinsi”. Program ini merupakan kesiapan awal menuju masyarakat informasi. Kunci masyarakat informasi harus ada jaminan akses stabilitas, hal ini bisa terlaksana apabila tiga bagian utama bisa terpenuhi, yakni ketersediaaan infratruktur, terjangkaunya harga serta ketersiapan masyarakat itu sendiri. Untuk ketersediaan infrastruktur, kata mantan Rektor Institut Terknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini menjelaskan, dari 73.000 Desa di Indonesia yang belum tersambung jaringan mencapai 38.000 Desa di Indonesia. Untuk itu, target secara nasional pada 2008-2009 semua Kabupaten/Kota di Indonesia akan tersambung jaringan. Saat ini ada 24 perusahaan yang siap membangun dan menyambungkan jaringan seluruh Indonesia dengan total anggaran sebesar Rp. 1,14 triliun merupakan hasil seleksi dari 45 perusahaan yang mengikuti tender. Apabila program ini sudah bisa difungsikan, maka pada 2008 program “Palapa ring” akan dimulai. Program ini menyambungkan pulau-pulau seluruh Indonesia setiap 11.000 Km. Saat ini, sudah ada tujuh konsorsium yang siap dengan program “Palapa ring” dengan anggaran Rp. 4 triliun. Sebagai langkah awal akan dimulai dari kawasan Indonesia timur, khususnya Propinsi Jatim. Jika semua telah selesai, diharapkan pada 2010-2011 Indonesia akan terhubung dengan seluruh Asia yang terpusat di China. Sambungan seluruh Asia ini melepaskan Indonesia dari ketergantungan terhadap teknologi Amerika. Selain itu, sebanyak 28 program besar pemerintah Indonesia akan mudah terealisasi, salah satu di antarannya bidang pendidikan dan kesehatan. ”Setiap desa dan propinsi di Indonesia, jika memanfaatkan teknologi Informasi yang tersambung akan dapat saling bertukar informasi perkembangan kesehatan dan pendidikan di masing-masing daerah,” ujarnya. Sementara itu, mengenai mahalnya biaya internet di Indonesia, pihak Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) telah mengubah penguasaan teknologi informasi yang selama terjadi. Jika selama ini yang menguasai hanya pihak Telkom dan Indosat yang berpusat di Singapura, maka dengan perubahan ini, muncul Bakrie Telecom yang berpusat di Indonesia. ”Adanya perubahan ini, diharapkan akan muncul persaingan. Dan dari persaingan ini bisa menekan harga internet menjadi murah,” ujarnya. Muhammad Nuh menjelaskan, semua konsep dan program ini bukanlah wacana dan impian, ini karena teknologi adalah sesuatu barang yang mudah dipelajari, diaplikasikan secara nyata karena teknologi adalah barang yang nyata. ( JNR, Esha )