News Room, Selasa ( 07/02 ) Peringatan Maulid Nabi Muhammad SWT yang dilaksanakan setiap tahun oleh ummat Islam di seluruh dunia, merupakan upaya untuk menjungjung kemuliaan agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad ke dunia sebagai penerang bagi kehidupan di dunia yang sebelumnya gelap gulita. Disamping itu untuk menyambut hari lahirnya Nabi Muhammad SAW yang selalu dirindukan oleh ummatnya, sehingga wajar jika setiap peringatan Maulid, kegiatan Maulid betul-betul disambut meriah, seperti halnya yang dilaksanakan oleh Takmir Masjid At-Taqwa Desa Parsanga, Senin malam (06/02). Dengan mendatangkan penceramah asal Kabupaten Jember, Dr. H. Abdullah Syamsul Arifin, MHi yang juga Pengasuh Ponpes Darul Arifin Jember. Dalam ceramahnya, ia mengupas tentang lunturnya nilai-nilai perjuangan dan keikhlasan dalam melaksanakan kegiatan keagamaan yang terjadi akhir-akhir ini. Bahkan, ironisnya untuk mengeluarkan uang yang mubadzir justeru lebih dominan dari pada untuk kepentingan agama. “Contohnya, untuk bersedekah, mengisi kotak amal di masjid saja mereka justru lebih memilih uang bernilai rendah. Sedangkan untuk membeli barang dan makanan mewah mereka bangga mengeluarkan uang sebanyak-banyaknya,’ulasnya. Menurut H. Abdullah Syamsul Arifin, seharusnya sebagai seorang Muslim, jangan sampai berbuat kikir utamanya dalam hal untuk perjuangan agama Islam. Karena itu, dia mengajak ummat Islam, agar tidak terlena dengan kehidupan dunia yang sesaat, sementara ada kehidupan yang abadi nanti di akhirat. Disamping itu setiap perilaku manusia akan ada akibatnya, baik di dunia lebih-lebih di akhirat nanti. Seperti halnya jika orang kaya kikir dengan hartanya, mereka akan tersiksa hidupnya hingga hartanya habis dan tidak bisa menolongnya. Sementara itu, serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, 1433 Hijriyah, Takmir Masjid juga memberikan penghargaan kepada sejumlah peserta lomba baca dan Tartil Quran yang dilaksanakan sebelumnya. Acara malam itu juga dihadiri Kepala Desa Parsanga, Imam Idhafi, para pengurus Takmir Msjid beserta tokoh masyarakat dan masyarakat Desa Parsanga, Desa Bangkal dan sekitarnya. Meskipun suasana gerimis jama’ah tetap hikmad mengikuti hingga acara Maulid berakhir. ( Ren, Esha )