News Room, Kamis ( 19/05 ) Disamping dilakukan pengerukan tanah dan lumpur di sejumlah sungai di beberapa Kecamatan di Sumenep, Dinas Pengairan Kabupaten Sumenep menghimbau untuk tetap dilakukan pengawasan secara berkala oleh UPT Dinas Pengairan dan masyarakat pengguna air. Diharapkan, dengan pengawasan berkala, dapat mengantisipasi terjadinya gangguan aliran air sungai untuk pengairan. Sebab terkadang, meskipun sudah dilakukan pengaturan aliran sungai, sebagian masyarakat pengguna air sering memanfaatkan aliran sungai untuk kepentingan pribadi pada malam harinya. “Jadi, itu harus terus diantisipasi bersama. Karena, keberlangsungan aliran air sungai itu untuk kepentingan masyarakat petani secara umum, bukan oleh seseorang atau pengurus HIPPAM saja,”ujar Kepala Bidang Operasi Pengairan Dinas Pengairan Sumenep, Ir. Sutrisno. Meskipun diakui dalam beberapa bulan ini, debit air tidak pernah kekurangan. Bahkan jika hujan lebih sering datang hingga meluber keluar sungai. Namun, perlu tetap diwaspadai ketersediaan air menjelang musim kemarau yang mungkin terjadi dalam beberapa bulan kedepan. Karena itu, meskipun pengerukan sudah dilakukan setiap tahun menjelang musim kemarau, namun pihaknya melalui petugas UPT Dinas Pengairan di Kecamatan selalu menghimbau masyarakat agar menjaga kelestarian sungai agar tetap terjaga dengan baik. Salah satu bentuk kepedulian masyarakat, yakni dengan menjaga sungai dari sampah dan tidak membuang sampah ke sungai yang dapat mengakibatkan terhambatnya saluran dan mengurangi debet air pada musim kemarau. Dijelaskan, pengerukan dilakukan di sejumlah Kecamatan yang memiliki sungai-sungai besar seperti di Sungai Kebun Agung, dan Kebunan Kecamatan Kota Sumenep, Kecamatan Manding, Kecamatan Gapura, Guluk-guluk, dan Kecamatan Ambuten. ( Ren, Esha )