Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 13-01-2006
  • 562 Kali

MENINGKATNYA KASUS DB MENDAPAT PERHATIAN KHUSUS WAKIL BUPATI SUMENEP

Sumenep-Infokom News Room : Meningkatnya kasus Demam Berdarah (DB) yang disertai peningkatan masuknya jumlah pasien anak penderita DB di RSUD H. Moh. Anwar, mendapat perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Sumenep. Wakil Bupati Sumenep, Drs. H. Moch. Dahlan, MM (12/01) kemarin memanggil khusus Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. E. Sinta Prahara Oetomo dan Direktur RSUD H. Moh. Anwar, Dzulkifli Mahmud untuk membahas meningkatnya kasus DB di Sumenep. Dalam pembahasan tersebut, Wakil Bupati Sumenep meminta Dinkes mengintensifkan fogging focus bagi kawasan yang dianggap perlu, serta terus menerus menumbuhkan dan mengingatkan masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Wabup juga mengaku, berdasarkan laporan yang diterimanya, pasien anak penderita Demam Berdarah (DB) terus bertambah. Seiring dengan penambahan jumlah pasien jenis penyakit lainnya, ruang sal anak maupun paviliun selalu penuh. Oleh karena itu, Wabup berharap agar manajemen RSUD jangan sampai menolak pasien. Apa pun yang terjadi, pasien harus diterima dan dilayani dengan sebaik mungkin. Selanjutnya Wakil Bupati H. Moch. Dahlan juga menegaskan, pihaknya punya komitmen untuk mengerahkan segala kemampuan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit DB. Namun menurutnya, untuk konteks pencegahan DB, peran serta masyarakat dalam menggerakkan PSN menjadi sebuah keniscayaan. Sementara itu Direktur RSUD H. Moh. Anwar, dr. Dzulkifli Mahmud menjelaskan, minggu kedua Januari ini pasien anak penderita DB terus mengalami peningkatan. Untuk kemarin tercatat ada 23 pasien anak dan 4 pasien dewasa yang semuanya dalam pengawasan dan penanganan secara intensif. Selain itu Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sumenep, dr. E. Sinta Prahara Oetomo meminta masyarakat untuk menggalakkan kembali gerakan PSN. Caranya dengan melakukan gerakan 3 M, yakni : Menutup tempat penampungan air, Mengubur barang-barang yang bisa digenangi air dan Menguras bak mandi seminggu sekali. Menurut, E. Sinta P. Oetomo, persoalan dana yang sempat membelit dalam melakukan Fogging Focus sudah ada solusi. Saat ini penyemprotan focus maupun lanjutan bisa dilakukan sesuai dengan kepentingannya. Sementara itu seorang keluarga pasien DB yang berinisial MT saat dikonfirmasi News Room terkait dengan pelayanan di RSUD Sumenep mengakui masih perlunya peningkatan pelayanan, khususnya di sal anak, termasuk penyediaan tempat yang sudah tidak memungkinkan lagi saat ini, karena banyaknya pasien DB yang terus bertambah setiap harinya, sehingga ia harus berbaring dilantai karena tidak mendapatkan tempat. Untuk itu ia menyarankan agar Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kab. Sumenep perlu segera melapor kepada Bupati, untuk menggunakan fasilitas Rumah Sakit sebelah timur yang telah selesai direnovasi, untuk bisa segera ditempati, mengingat hal itu juga termasuk keadaan darurat. Menurutnya “darurat itu bukan hanya identik dengan bencana�, tetapi apabila sesuatu itu tidak pada tempatnya, seperti halnya orang sakit harus berbaring di lantai karena tidak dapat tempat, itu juga darurat yang perlu pemikiran kita semua “ungkapnya. Untuk itu ia juga berharap agar anggota Dewan perlu turun kebawah untuk melihat kondisi yang sebenarnya tentang Rumah Sakit di Sumenep, baik secara fisik maupun pelayanan kepada masyarakat. Karena yang namanya sal itu adalah penggunanya identik dengan masyarakat kecil atau Desa. Selain itu ia juga menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Sumenep perlu memikirkan untuk menambah tenaga Dokter spesialis, karena yang ada saat ini sangat terbatas dan masing-masing Dokter spesialis yang ada baru satu, padahal yang mau dilayani sangat banyak, yaitu masyarakat se Kab. Sumenep. (RM,Ong, Im )