News Room, Jum’at ( 12/06 ) Potensi seni karawitan di Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggi terus menjamur. Bahkan, pelaku seni budaya tradisional ini mayoritas justru dinominasi perempuan. Padahal dulunya mayoritas pelaku seni karawitan adalah laki-laki. Namun lama kelamaan justru yang menjamur malah kerawitan perempuan. Kepala Desa Tanah Merah, Suroso mengaku pihaknya sangat mendukung apresiasi masyarakatnya yang semakin lama, semakin diminati masyarakat desanya. Sebab, ternyata mereka bisa memiliki penghasilan lumayan, karena setiap kali ada tanggapan keluar daerah maupun di daerahnya sendiri, para pelaku seni ini juga mendapatkan upah yang tidak sedikit. "Penghasilan mereka lumayan bagus, berkisar Rp. 50.000,- hingga Rp. 200.000,- setiap kali manggung. Bahkan untuk musim gawe (Pesta perkawinan: red) para seniman ini tidak pernah nganggur," kata Suroso. Sejak akhir bulan mei lalu, menurut Suroso mulai nampak kesibukan mereka, selain tampil di acara gawe, sunnatan, dan kegiatan kontes sapi sonok yang akhir-akhir ini banyak menggunakan jasa kerawitan dan sinden. Meskipun tidak seperti bulan-bulan tertentu seperti bulan Agustus, September dan Oktober. Sebab dalam tiga bulan tersebut, terkadang mereka tidak pernah istirahat seharipun. Sehingga, yang jelas tegas Suroso, ekonomi mereka rata-rata lumayan bagus. Bahkan, sebagian dari para wanita seni ini tidak sedikit yang akhirnya menjadi sinden. Tidak hanya dari kalangan perempuan dewasa dan ibu rumah tangga, tetapi banyak remaja putri yang bahkan menjadikan profesi sinden sebagai kebanggaanya. Karena disamping mungkin sejak kecil mengalir darah seni orang tuanya, penghasilannyapun tidak kalah dengan penyanyi panggung. Bayangkan, untuk sekali manggung seorang sinden bisa meraup minimal Rp500 ribu hingga Rp.2 juta. Itupun diluar hasil saweran yang kadang berlipat-lipat dari tarip kontrak dari pemilik gawe. Karna itu Kades yang berpenampilan sederhana ini, mengaku meskipun dari hasil bumi di esanya tidak cukup menjanjikan, namun ada peluang lain yag bisa mengentas kehidupan warganya. Pihaknya juga berharap seni budaya karawitan yang dimiliki Desanya itu dapat dilirik pemerintah untuk dijadikan promosi salah satu kekayaan wisata budaya Sumenep. ( Ren )