Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 19-02-2020
  • 4426 Kali

Mengenal Raden Werdisastro, Penulis Buku Babad Songennep

Media Center, Rabu ( 19/02 ) Buku Babad Songennep merupakan peninggalan salah satu tokoh Keraton Sumenep yang memuat perjalanan Kabupaten di ujung Timur Nusa Garam. Buku tersebut ditulis oleh seorang jenius bernama Raden Werdisastro.

Werdisastro lahir di Sumenep dengan nama Raden Musa’ed. Menurut satu versi, Musa’ed adalah kependekan dari Muhammad Sa’ed. Jadi jika ditulis lengkap ialah Raden Muhammad Sa’ed.

Nama Werdisastro merupakan gelar yang diberikan penguasa Sumenep atas jasa-jasanya mengabadikan riwayat tutur ke dalam tulisan babad. Tulisan yang selesai pada 1914 dalam rupa bahasa Madura tulisan carakan.

Gelar Raden di depan nama Musa’ed Werdisastro menunjukkan identitasnya sebagai anggota keluarga bangsawan. Berdasar catatan, Raden Werdisastro adalah cicit Raden Atmologo II (Raden Sukari).

“Raden Atmologo II adalah salah satu putra Raden Wongsokusumo I, Patih Sumenep,” kata R. I Bagus Salam, salah satu kerabat Raden Werdisastro.

Raden Wongsokusumo I adalah putra Raden Tumenggung Ronggo Kertaboso Pratalikromo, Hoofd Jaksa Sultan Sumenep. Pratalikromo merupakan tokoh penting yang membantu Sultan Abdurrahman dalam menerjemahkan prasasti kuna yang ditemukan Rafflesh di Bali.

“Pratalikromo berasal dari keluarga elit bangsawan keraton sejak masa sebelum dinasti terakhir. Kakeknya, Raden Entol Anom alias Patih Ronggodiboso, merupakan cikal-bakal bangunan Rumah Panggung di Sumenep. Sedangkan pamannya, Raden Demang Wongsonegoro ialah tokoh penting dalam berdirinya dinasti Bindara Saot,” kata Bagus Salam.

Buku Babad Songennep tulisan Raden Werdisastro sepeninggal beliau di 1956, disalin ke tulisan latin. Dan di kemudian hari, buku legendaris tersebut dialihbahasakan ke bahasa Indonesia. ( Han, Fer )