Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-02-2016
  • 2901 Kali

Mengenal Konsonan Tajam Dalam Paramasastra Madura

News Room, Jumat ( 26/02 ) 
Salah satu jenis konsonan dalam Paramasastra Madura ialah Konsonan Tajam. Konsonan Tajam meliputi huruf /k/,/p/,/t/,/s/,/c/,/th/, termasuk juga /m/,/n/,/ng/,/ny/. Konsonan ini selalu diikuti oleh vokal tajam /a/,/e/, ataupun /o/. 

"Seperti contohnya kata kapas, kaca, thatthat, sapa, rata, nganga, nyana, nyama, kemudian pepe, keker, tete, seset, ceccer, entheng, mera, nener, ngenye, dan juga kata kosot, potos, potho, roco, morok, notop, ngoros, nyomo,"kata salah satu pemerhati bahasa Madura di Sumenep, R. Abdul Karim, pada Media Center. 

Karim mengutip tokoh peneliti bahasa Madura era kolonial, P. Penninga, dan H. Hendriks dalam bahasa Belanda, yang berbunyi die scherpe letters: p, t, tj, en k volgt in Madoereesche woorden nooit een zachte klinker ã, i, of u, maar altijd een scherpe a, è, of o. 

"Jadi, Peninga maupun Hendriks telah menyebutkan bahwa konsonan tajam /p/,/t/,/c/, dan /k/ di dalam bahasa Madura tidak pernah diikuti oleh vokal halus /ã/,/i/, dan /u/, namun selalu diikuti oleh vokal tajam /a/,/è/, dan /o/," tambahnya. 

Meski begitu, menurut Karim, terkadang ada juga yang menyimpang dari aturan tersebut, seperti kata yang bersuara hidung /m/,/n/,/ny/, yang diikuti vokal /ã/, ataupun /u/, di dalam kata yang dikenal dengan istilah ocak tanduk. 

Seperti contoh kata nãbuk dari asal kata adabuk, nãjung dari asal kata adhajung, nãddãr dari asal kata adaddar, nyãik dari asal kata ajaik, dan lain sebagainya. 

"Dengan adanya aturan yang jelas mengenai hal ini, yaitu konsonan tajam diikuti vokal tajam, tidak jarang terjadi kesalahan tulisan yang sering dijumpai. Seperti kata mera bukan ditulis mira, mesem bukan ditulis misem, neser bukan ditulis niser, manyeng bukan ditulis manying, ngenye bukan ditulis nginyi,"kata pensiunan guru SD ini. 

Sementara kata-kata yang permulaan katanya merupakan salah satu konsonan tajam, menurut penjelasan Karim selalu diikuti oleh vokal /i/ atau /u/. Kata-kata yang dimaksud bukanlah kata dari bahasa Madura asli, melainkan kata pinjaman atau adopsi dari bahasa asing, seperti misalnya kata pipa, listrik, piknik, sipil, silet, eppil, sakoci, kasti, kipas, panci, musik, puisi, kartu, kuwitansi, suntik, kuliyah, kuwaci, musiyum, dan lain sebagainya. ( Farhan, Esha )