News Room, Rabu ( 03/12 ) Masyarakat Desa Guluk Manjung Kecamatan Bluto, sebagian besar berprofesi sebagai petani dan pengrajin gula siwalan. Bahkan usaha home-industry pembuatan gula yang dikenal dengan gula Jawa ini, cukup memberikan penghasilan yang lumayan bagi pengrajin dan pemanjat pohon siwalan ini. Apalagi pengusaha lokal pun sudah banyak yang sukses dalam usaha gula hingga memiliki pelanggan di berbagai daerah di Indonesia. Menurut penuturan Kepala Desa Guluk Manjung, Sariatun, sejak dulu masyarakat pengrajin gula di Desanya memang cukup banyak dibandingkan pengrajin yang ada di desa-desa lain di Kecamatan Bluto. Padahal bahan bakunya, yakni air legen siwalan didapat tidak hanya dari Desa Guluk Manjung, namun juga dipasok dari Desa lain. â€ÂDesa ini memang sudah sejak lama dikenal sebagai sentra gula Jawa. Bahkan, jika sudah kehabisan bahan baku, mereka mencari ke berbagai tempat yang juga banyak pohon siwalannya. Sebab terkadang ada permintaan yang cukup besar untuk perusahaan tertentu,†terang Kades yang baru sebulan menjabat menggantikan suaminya Sumirah, Kades sebelumnya. Diakui ibu tiga anak ini, profesi warganya tidak hanya sebagai pengrajin gula siwalan. Masyarakat tidak pernah berhenti mencari penghasilan tambahan ketika produksi gula siwalan pada musim penghujan agak berkurang. Mereka selalu mencari kesibukan lain, seperti membuat tikar dari daun pohon siwalan. Dan hasil kerajinan ini juga, sudah ada pembeli yang meng-order dalam jumlah besar. Biasanya disiapkan pada musim panen tembakau, atau untuk kebutuhan lainnya. Yang jelas pohon siwalan, sudah menjadi komoditi yang tak disia-siakan masyarakat. Mereka mengais rejeki lewat potensi yang ada di desanya, dengan ribuan pohon siwalayan yang kokoh dan berisi. Mulai dari air legen yang biasanya selain untuk dibuat gula Jawa, juga sebagian dijual legannya. Kemudian buah siwalan juga banyak yang dijual di pinggir-pinggir jalan sekitar Kecamatan Bluto, Lenteng dan Saronggi. Sedangkan daunnya diolah untuk bermacam kerajinan seperti tikar, kaddu’ dan sebagainya. Kemudian pohon siwalan yang sudah tua biasanya juga dicari pembeli untuk dijadikan alat kerajinan dan sebagainya. (Ren, Adjie)